Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Bayar Iuran JKN Rutin Bukan Berarti Berharap Sakit

01 Oktober 2019, 12: 23: 40 WIB | editor : Haryanto

RUTIN BAYAR: Roni Nuryanto, warga Pademawu menunjukkan Kartu Indonesia Sehat miliknya.

RUTIN BAYAR: Roni Nuryanto, warga Pademawu menunjukkan Kartu Indonesia Sehat miliknya. (Tegar for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Masih ada anggapan yang kurang tepat di kalangan masyarakat mengenai manfaat mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

Sebagian merasa, akan rugi menjadi peserta JKN ketika membayar iuran secara terus menerus, tetapi tidak pernah memanfaatkan untuk berobat kefasilitas kesehatan. Sebagian lagi merasa menjadi peserta JKN-KIS berarti berharap suatu saat akan menderita suatu penyakit tertentu.

Anggapan itulah yang menurut Roni Nuryanto, 28, dirasa kurang tepat. Warga Kecamatan Pademawu Pamekasan yang telah dua tahun terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen peserta penerima upah ini, mengaku sering mendengar anggapan yang salah mengenai keikutsertaan dalam program JKN.

“Ada beberapa yang tidak mau mendaftar sebagai peserta BPJS (JKN-KIS) dengan alasan takut rugi, karena nanti bayar iuran terus tapi tidak pasti sakitnya. Atau yang lucu lagi ada yang tidak mau daftar ke BPJS Kesehatan karena takutnya nanti malah seperti mengharap sakit,” ujarnya Senin (30/09).

Menurutnya, menjadi peserta JKN berarti menyisihkan sebagian rezeki yang diterima untuk turut membantu peserta lain yang membutuhkan. Sekaligus menjadi proteksi ketika suatu saat memerlukan pelayanan kesehatan. 

“Kalau saya, seratus persen ikhlas dipotong gaji untuk bisa terdaftar jadi peserta BPJS Kesehatan. Tapi juga bukan berarti berharap sakit mas, biar selalu sehat teruslah, supaya iuran saya ini bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.

Roni juga berharap, agar BPJS Kesehatan dapat lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat adanya JKN ini. Menurutnya, program JKN yang saat ini dikelola oleh BPJS Kesehatan merupakan suatu program yang sangat positif.

Alasannya, peserta JKN akan mendapat perlindungan terhadap resiko pembiayaan kesehatan jika menderita penyakit tertentu. Sekaligus menjadi bentuk sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

“Dengan iuran yang terjangkau, tapi sudah bisa menjamin penyakit mulai dari yang ringan sampai yang berat, ini sangat bermanfaat sekali. Terlebih kalau kita sehat, ya kita ikut membantu orang lain,” pungkasnya.

(mr/adi/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia