Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

Nelayan Luar Daerah Resahkan Masyarakat Kepulauan

27 September 2019, 04: 21: 30 WIB | editor : Abdul Basri

HARUS DIJAGA: Sejumlah perahu nelayan Pulau Sapeken, Kecamatan Sapeken, Sumenep, berjejer saat diambil gambar dari udara kemarin.

HARUS DIJAGA: Sejumlah perahu nelayan Pulau Sapeken, Kecamatan Sapeken, Sumenep, berjejer saat diambil gambar dari udara kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kunjungan bupati Sumenep ke Kecamatan Sapeken pada peresmian penerbangan Sumenep–Pagerungan dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya Rabu (25/9). Orang nomor satu di Kabupaten ujung timur Madura itu diberi pekerjaan rumah (PR) untuk mengatasi masalah yang dialami masyarakat.

Rahim, 28, warga Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, menyampaikan, masyarakat kini diresahkan adanya nelayan luar daerah yang menangkap ikan di perairan setempat. Dia menyebut ada enam nelayan dari Kalimantan yang diketahui sering menangkap ikan di wilayah Kecamatan Sapeken. Khususnya di perairan Pegerungan Besar.

”Harusnya mereka secara kewilayahan tidak boleh melakukan penangkapan di perairan sini karena sudah lintas provinsi,” ucapnya.

Telah puluhan tahun masyarakat merawat lumbung ikan di perairan tersebut untuk bisa dimanfaatkan nelayan setempat. Untuk mengais rezeki dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika keberadaan nelayan luar daerah dibiarkan, khawatir dapat mengurangi pendapatan dan merusak lumbung ikan yang dijaga sejak lama tersebut.

”Kalau diambil masyarakat luar, bisa jadi lima tahun ke depan hasil tangkapan nelayan setempat semakin berkurang. Seperti yang terjadi di wilayah Masalima, Kecamatan Masalembu. Hasil tangkap nelayan di sana mulai berkurang,” keluh Rahim kepada bupati.

Pemuda bertopi itu menjelaskan, banyak nelayan luar yang menggunakan perahu di atas 30 GT masuk dan melakukan aktivitas penangkapan ikan. ”Kami khawatir nasib sama akan kami alami kalau adanya nelayan luar ini dibiarkan,” tuturnya.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengaku akan menindaklanjuti keresahan masyarakat yang notabene berprofesi sebagai nelayan tersebut. Pihaknya akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

”Akan kami carikan jalan keluarnya untuk permasalahan yang menjadi keluhan para nelayan di Pegerungan ini,” tukasnya. 

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia