Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Rapat Paripurna Molor Tiga Jam

Kebiasaan Buruk Anggota Dewan Belum Berubah

25 September 2019, 02: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TIDAK DISIPLIN: Suasana rapat paripurna penetapan penyusunan alat kelengkapan DPRD Bangkalan kemarin.

TIDAK DISIPLIN: Suasana rapat paripurna penetapan penyusunan alat kelengkapan DPRD Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kebiasaan anggota DPRD Bangkalan belum berubah. Yakni, kerap molor ketika rapat paripurna. Kemarin (24/9) sesuai jadwal paripurna penetapan susunan alat kelengkapan dewan (AKD) dimulai pukul 10.00. Namun, hingga lebih dari dua jam, paripurna tak kunjung digelar.

Saat rapat paripurna dimulai pun, tidak semua anggota dewan hadir. Anggota DPRD yang mengikuti paripurna 46 orang dari yang seharusnya 50 orang. Saking kurang disiplin, sebelum rapat paripurna ditutup, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengingatkan anggota agar tepat waktu menghadiri paripurna dan kegiatan lainnya.

Fahad mengatakan, sejak dirinya dipercaya sebagai pimpinan dewan, hal utama yang akan dibenahi di DPRD Bangkalan selain menjalankan tugas sebagaimana mestinya, yakni kedisiplinan anggota. ”Diwanti-wanti untuk kedisiplinan dewan. Hadir tepat waktu ketika paripurna. Ke depan kami evaluasi lagi,” katanya kemarin.

Menurut dia, anggota dewan periode ini harus lebih baik daripada periode sebelumnya. Terutama menyangkut kehadiran ketika paripurna. Lambat 30 menit masih dimaklumi. Tetapi ketika molor hingga berjam-jam, hal itu merupakan peringatan khusus. ”Kalau molor berjam-jam, nanti BK yang bertindak,” ujarnya.

Contoh kurang baik pada periode sebelumnya tidak boleh terulang kembali. Sebab, anggota dewan merupakan penyambung aspirasi rakyat. ”Setiap paripurna yang dibahas adalah urusan rakyat. Makanya, hadir harus tepat waktu,” jelasnya.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menyatakan, sejak dirinya ditetapkan sebagai ketua BK, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menggelar rapat dengan pimpinan fraksi dan pimpinan komisi. Tujuannya, menyampaikan kepada anggota agar disiplin dalam setiap kegiatan dewan. ”Kedisiplinan dewan bukan hanya tanggung jawab BK. Pimpinan fraksi dan komisi juga ikut andil,” katanya.

Jika ada yang tidak mengindahkan dan selalu lambat atau absen dalam menghadiri kegiatan kedewanan, dengan terpaksa surat teguran tertulis akan dilayangkan. ”Peringatan dulu. Lalu teguran tertulis, bisa dilayangkan ke pimpinan fraksi dan pimpinan parpol. Supaya tahu kalau anggota sering lalai,” tandasnya. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia