Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Madura Events

Disdik: JPRM Bantu Pengembangan Guru

Peserta Ayo Menulis Membeludak

25 September 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

ANTUSIAS: Ratusan guru peserta Ayo Menulis mendengarkan materi yang disampaikan pemateri Prof. Arif Muntasa di Gedung PKPN Bangkalan kemarin.

ANTUSIAS: Ratusan guru peserta Ayo Menulis mendengarkan materi yang disampaikan pemateri Prof. Arif Muntasa di Gedung PKPN Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Program Ayo Menulis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan dimulai kemarin (24/9). Peserta kegiatan di Gedung PKPN itu membeludak. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 500 orang.

Program kali kedua itu digelar selama dua hari hingga hari ini (25/9). Pada hari pertama, pelatihan itu diikuti guru dari sembilan kecamatan. Yakni, Kecamatan Bangkalan, Labang, Konang, Tanjungbumi, Kwanyar, Tanah Merah, Arosbaya, Burneh, dan Klampis.

Dalam sambutannya, Kabid Pemberdayaan SD Disdik Bangkalan Moh. Yakub menyampaikan, program Ayo Menulis merupakan pengembangan diri dalam meningkatkan potensi guru era saat ini. Dia berharap, program tersebut mendapatkan rida dan bermanfaat untuk pengembangan guru demi mutu pendidikan di Bangkalan.

KOMPAK: Dari kanan, Kabid Pemberdayaan SD Disdik Bangkalan Moh. Yakub, GM JPRM M. Tojjib, Kabid Pembinaan SMP Jufri Kora, serta Kasi Pembinaan Karakter dan Kurikulum Rahmat Hidayat.

KOMPAK: Dari kanan, Kabid Pemberdayaan SD Disdik Bangkalan Moh. Yakub, GM JPRM M. Tojjib, Kabid Pembinaan SMP Jufri Kora, serta Kasi Pembinaan Karakter dan Kurikulum Rahmat Hidayat. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

”Kami mewakili kepala dinas (Plt Kepala Disdik Bambang Budi Mustika) sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami sangat berterima kasih kepada Radar Madura yang ikut serta memikirkan pengembangan guru kita. Ini kerja sama yang baik. Kami sangat mengapresiasi,” tegasnya.

Dengan kegiatan ini, lanjut Yakub, kreativitas menulis guru di Bangkalan semakin meningkat. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada peserta supaya menyimak dan memperhatikan betul materi narasumber supaya bisa menulis.

”Manfaatkan kesempatan ini supaya setelah pulang bisa mengaplikasikan. Ini besar harapannya,” ungkapnya. ”Kami akui, guru kita sangat minim untuk menulis. Jangankan kepentingan orang lain, khusus dirinya saja belum ada yang mau menulis,” timpalnya.

General Manager (GM) JPRM M. Tojjib mengatakan, program Ayo Menulis ini untuk meningkatkan guru menulis artikel. Pendidikan dan pelatihan (diklat) ini untuk menopang kualitas guru. Sebab, guru harus bisa menulis artikel sebagai persyaratan memperoleh poin. ”Misalnya, angka kredit untuk kenaikan pangkat dan sebagainya,” jelasnya.

JPRM dan Disdik Bangkalan berharap, kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan. Guru adalah teladan terhadap muridnya. Termasuk dalam dunia tulis-menulis. ”Kalau gurunya pintar, muridnya juga pintar,” ujarnya.

JPRM mendatangkan pemateri yang sudah ahli, Prof. Arif Muntasa. Dia ahli dalam jurnal nasional dan internasional. Selain itu, Muhammad Yusuf. Dua-duanya merupakan dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ”Kami juga menyediakan space untuk guru se-Madura yang ingin menulis. Terbit setiap hari,” terang Tojjib yang juga pemateri.

Guru menulis dan diterbitkan di media massa bisa memberikan motivasi kepada murid. Muridnya secara tidak langsung akan meniru. ”Contoh-contoh yang baik sangat diharapkan,” tegasnya.

Pihaknya tidak hanya ingin memberikan pelatihan, tapi juga ingin memberikan tugas kepada peserta supaya langsung praktik menulis. ”Kami harap, guru di Madura bisa menulis,” ucapnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia