Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dipasang Lima Hari, Garis Polisi Dicuri

19 September 2019, 04: 09: 44 WIB | editor : Abdul Basri

KEBANGETAN: Warga melintas di sekitar tanah milik Marsu’i yang garis polisinya dicuri orang kemarin.

KEBANGETAN: Warga melintas di sekitar tanah milik Marsu’i yang garis polisinya dicuri orang kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

SAMPANG – Baru lima hari garis polisi dipasang anggota Polsek Banyuates atas perintah Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman. Namun, garis polisi yang dipasang di tanah milik Marsu’i, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates itu kini sudah raib.

Marsu’i mengatakan, garis polisi itu dipasang di tanahnya yang selama ini dikuasai preman. Kini garis polisi itu sudah tidak ada. ”Garis polisinya dicuri orang, pagi hari tadi sudah tidak ada,” katanya kemarin (18/9).

Dia mengaku resah atas kejadian tersebut. Sebab, preman yang selama ini menyerobot dan menguasai tanah miliknya kembali berulah. Marsu’i berharap aparat penegak hukum cepat bertindak. Karena yang dicuri saat ini adalah garis polisi. ”Ini menantang polisi, karena yang dicuri garis polisi milik polisi,” terangnya.

Marsu’i mengungkapkan, dua preman yang menyerobot dan menguasai tanah miliknya saat ini ada di Kecamatan Banyuates. Maka dari itu, polisi diharapkan bisa segera menangkap preman tersebut. ”Kami sangat resah atas keberadaan preman itu. Semoga polisi tidak tutup mata atas kejadian ini dan segera bertindak,” pungkasnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman tidak merespons ketika dihubungi ke nomor telepon selulernya. Sebelumnya dia menegaskan, siapa pun yang menyerobot tanah yang sudah diberi garis polisi akan ditangkap. ”Kalau diberi garis polisi tapi tetap diserobot, akan kami tangkap,” janjinya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia