Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pesan RKH Fuad Amin: Ra Ibong Jangan Nikah Lagi

18 September 2019, 03: 04: 20 WIB | editor : Abdul Basri

BERDUKA: Jenazah almarhum RKH Fuad Amin Imron saat disalatkan di Masjid Agung Bangkalan, Jalan Sultan Abdul Kadirun, kemarin.

BERDUKA: Jenazah almarhum RKH Fuad Amin Imron saat disalatkan di Masjid Agung Bangkalan, Jalan Sultan Abdul Kadirun, kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

MENINGGALNYA mantan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Terutama bagi R Imron Amin yang merupakan adik kandungnya.

Ra Ibong, sapaan akrab R. Imron Amin, merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Sebab, sosok RKH Fuad Amin Imron bukan sekadar kakak kandung. Dia sekaligus menjadi guru dan orang tua untuk adik-adiknya.

”Saat almarhum dikabarkan wafat, saya masih di Jakarta ikut acara seminar partai,” kata anggota DPR RI terpilih itu kemarin (17/8).

R. Imron Amin

R. Imron Amin (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Mendapatkan kabar duka, Ra Ibong langsung pesan tiket menuju Surabaya. Sebelumnya, pukul 12.00, almarhum masih bercanda gurau. Tetapi, dia memang tengah menjalani perawatan medis.

”Baru pukul 14.00, kondisi beilau mulai kritis. Terus pukul 16.00 lewat beliau meninggalkan kita semua,” ungkap Ra Ibong.

Firasat bahwa almarhum akan tutup usia dirasakan Senin (16/9) sebelum berangkat ke Jakarta. Almarhum meminta Ra Ibong tidak berangkat ke Jakarta. ”Itu firasat yang saya rasakan. Mungkin beliau ingin berkumpul di sisa-sisa hidupnya,” tutur politikus Gerindra itu.

Kepergian almarhum meninggalkan sembilan anak dari dua istri. Hanya, yang ikut mengantarkan jenazah almarhum adalah istri keduanya, Siti Masnuri. Sementara istri pertamanya berhalangan sakit.

”Yang mendampingi hadir ke pemakaman itu istri kedua. Istri pertamanya sakit,” terangnya.

Kenangan yang tidak bisa dilupakan dengan almarhum yaitu perihal nasihatnya untuk selalu dan terus berbagi kepada siapa pun tanpa pamrih. ”Ketika engkau menolong, jangan pernah pamrih. Itu yang sampai sekarang masih membekas,” kenangnya.

Kemudian, nasihat yang lain, jadilah orang yang bermanfaat kepada orang lain. Termasuk, ketika punya jabatan. Tetap rendah hati dan berikan kontribusi yang bisa dilakukan. ”Banyaklah hal-hal baik yang bisa dicontoh dari sosok beliau,” ceritanya.

Adapun permintaan pribadi almarhum sebelum mengembuskan napas terakhir, jangan menikah lagi. ”Disuruh jangan menikah lagi. Permintaan terkahir beliau sebelum menghadap Sang Pencipta,” ujarnya.

Ra Ibong menghaturkan banyak terima kasih kepada masyarakat Bangkalan yang telah meluangkan waktu untuk almarhum. Mulai menyalatkan hingga memakamkan. ”Beliau meninggal dunia tidak jauh berbeda dengan umur ayah saya, Amin Imron,” tandasnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia