Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Minta Bani Kholil Tetap Rukun

Ribuan Warga Antarkan Fuad Amin ke Peristirahatan Terakhir

18 September 2019, 03: 02: 10 WIB | editor : Abdul Basri

LAUTAN MANUSIA: Jenazah RKH Fuad Amin Imron saat hendak dimakamkan di pasarean Syaikhona Mohammad Kholil, Desa Martajasah, Bangkalan, kemarin.

LAUTAN MANUSIA: Jenazah RKH Fuad Amin Imron saat hendak dimakamkan di pasarean Syaikhona Mohammad Kholil, Desa Martajasah, Bangkalan, kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

Banyak pesan yang disampaikan RKH Fuad Amin Imron sebelum meninggal. Di antaranya, meminta para bani Kholil tetap rukun. Kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dia menitipkan adiknya, R. Abdul Latif Amin Imron. Sementara Ra Ibong dilarang menikah lagi.

RKH Fuad Amin Imron dimakamkan di pasarean Syaikhona Mohammad Kholil kemarin (17/9). Ribuan warga turut mengantarkan jenazah mantan bupati Bangkalan dua periode itu ke peristirahatan terakhir.

Jenazah RKH Fuad Amin Imron tiba di kediamannya di Jalan Letnan Mestu, Saksak, Bangkalan, Senin (16/9) pukul 19.39. Lalu, pada pukul 09.00 kemarin, jenazah disalatkan di Masjid Agung Bangkalan, Jalan Sultan Abdul Kadirun. Kemudian, jenazah dibawa menuju pasarean Syaikhona Mohammad Kholil untuk dimakamkan. 

Pukul 10.38, jenazah RKH Fuad Amin Imron kembali disalatkan di Masjid Syaikhona Mohammad Kholil dan dipimpin langsung oleh Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Mustamar. Lalu, pukul 10.52 jenazah dikebumikan tepat di samping makam Syaikhona Mohammad Kholil.

Di area pemakaman, ribuan umat memadati area pemakaman. Ribuan santri juga mengiringi mantan ketua DPRD Bangkalan tersebut ke peristirahatan terakhir. Bahkan, seluruh keluarga Bani Kholil hadir menyaksikan detik-detik pemakaman.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan juga berada di sekitar area pemakaman. Sebagian, ada yang menggunakan seragam aparatur sipil negara (ASN) dan sebagian yang lain layaknya masyarakat biasa. 

R. Abdul Latif Amin Imron, adik kandung almarhum RKH Fuad Amin Imron, tidak menyangka almarhum akan pergi selamanya. Namun, Tuhan berkendak lain. ”Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya,” katanya usai mengantarkan jenazah.

Bupati Bangkalan itu menyampaikan pesan almarhum jauh sebelum tutup usia. Yakni, meminta keturunan Bani Kholil tetap rukun. Sambung dan jaga silaturahmi dengan baik. ”Sebagai kakak, beliau sangat berjasa. Pesan beliau terakhir kepada saya, tetap rukun Bani Kholil,” ungkap mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menceritakan, semasa hidup almarhum, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memang sempat dihubungi. Almarhum meminta kepada gubernur untuk membimbing dirinya.

”Mungkin karena saya masih muda. Beliau meminta bu gubernur untuk membimbing saya. Banyak pengalaman bu gubernur yang perlu diberikan kepada saya,” pungkasnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia