Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features
Siap Bantu Masyarakat Kurang Mampu

IAIN Madura Bentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH)

18 September 2019, 02: 56: 40 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP BERI BANTUAN HUKUM: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. (empat dari kiri pakai jas) berfoto bersama pengurus LBH IAIN Madura usai pelantikan kemarin.

SIAP BERI BANTUAN HUKUM: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. (empat dari kiri pakai jas) berfoto bersama pengurus LBH IAIN Madura usai pelantikan kemarin. (SULAISI FOR RadarMadura.id)

Share this      

MASYARAKAT miskin kerap kesulitan untuk mendapatkan kedudukan dan perlakuan sama di depan hukum. Mereka tak mampu membayar jasa advokat atau pengacara. Akibatnya, mereka sulit mendapatkan keadilan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius IAIN Madura. Institut Agama Islam Negeri di Pamekasan itu bergerak cepat untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat tidak mampu.

Kemarin (17/9) IAIN Madura secara resmi membentuk dan melantik pengurus Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah undangan penting.

KOMPAK:  Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim (dua dari kiri) menunjukkan hasil MoU dengan Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin.

KOMPAK:  Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim (dua dari kiri) menunjukkan hasil MoU dengan Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin. (SULAISI FOR RadarMadura.id)

Di antaranya, dekan Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Madura,  wakil dekan I Fasya,  wakil dekan II Fasya, dan pengurus LKBH IAIN Madura. Ratusan mahasiswa Fasya IAIN Madura juga hadir.

”Kami telah mengukuhkan Lembaga Konsultasi  dan Bantuan Hukum IAIN Madura masa bakti 2019–2023,” kata Rektor IAIN Madura  Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag.

Orang nomor satu di lingkungan IAIN Madura itu mengungkapkan, LKBH sudah sejak lama ingin didirikan. Pihaknya bersyukur tahun ini terwujud. Keberadaan LKBH diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

”Pengurus LKBH ini diisi beberapa alumni  yang menjadi advokat. Jadi, SDM di LKBH ini sudah profesional,” tegasnya.

Kosim menjelaskan, dibentuknya LKBH tersebut bertujuan memberikan penyuluhan kepada masyarkaat agar sadar hukum.  Kemudian, memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang  sedang beperkara di  pengadilan secara nonprofit.

”Sebab, banyak  bantuan hukum, tapi berbayar. Orang miskin banyak terkendala di masalah pembiayaan, sementara mereka juga harus mendapatkan keadilan hukum,” terangnya.

Dengan dibentuknya LKBH, Kosim berharap pengurus bergerak cepat untuk merealisasikan program-programnya. Khususnya dalam rangka memberikan bantuan  kepada masyarakat tidak mampu yang mengalami masalah hukum.

”LKBH ini berkomitmen memberikan konsultasi tentang hukum, baik hukum konvensional maupun hukum Islam,” jelasnya.

Usai pelantikan, dilanjutkan sosialisasi peranan hukum dan HAM dalam bidang pembinaan teknis operasional pelayanan hukum dari Kemenkum HAM Jatim. Kegiatan tersebut diisi oleh Dian Megawati, S.H.,M.H. sebagai JFT penyuluh hukum ahli muda Kanwil KemenkumHAM Jawa Timur.

”Kami juga mengadakan Mou dengan Lapas Kelas II-A Pamekasan. Harapan kami, semoga mahasiswa tercerahkan dalam bidang hukum,” harapnya.

Sementara itu, Ketua LKBH IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq menambahkan, kampus sudah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengimplementasikan  tridarma perguruan tinggi. Terutama, pengabdian kepada masyarakat.

”Wadah LKBH diharapakn bisa menjadi lembaga bantuan hukum gratis kepada masyarakat yang mau konsultasi maupun membutuhkan pendampingan  hukum,” katanya.

”Lembaga ini juga diharapkan menjadi wadah bagi alumni atau mahasiswa IAIN Madura untuk berkiprah lewat advokasi lewat lembaga ini,” tukasnya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia