Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Kasus Perceraian Makin Banyak

17 September 2019, 03: 22: 29 WIB | editor : Abdul Basri

ANTRE: Warga menunggu giliran pelayanan petugas Pengadilan Agama Bangkalan kemarin.

ANTRE: Warga menunggu giliran pelayanan petugas Pengadilan Agama Bangkalan kemarin. (ZAINURI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kasus perceraian di Bangkalan mengalami peningkatan cukup tinggi. Berkas yang masuk pengadilan agama (PA) pada 2018 sejak Januari hingga Agustus mencapai 919 perkara. Perinciannya, 361 mengajukan cerai talak dan 558 pasangan suami istri (pasutri) mengajukan cerai gugat.

Tahun ini di periode yang sama, yakni Januari hingga Agustus, laporan perkara yang diterima PA Bangkalan sudah mencapai 1.182 perkara. Antara lain, 477 pasutri mengajukan cerai talak dan 705 mengajukan cerai gugat.

Humas PA Bangkalan Zainur Rizali mengatakan, pemicu perceraian didominasi faktor ekonomi. ”Penyebab cerai lainnya yaitu usia belum matang, belum tersedia tempat tinggal, dan belum dewasa menyikapi dinamika usai menikah,” jelasnya.

Dia menyampaikan, pasutri yang mendatangi PA kebanyakan sudah memiliki tekad bulat untuk bercerai. Sebelum datang ke PA, mereka dimediasi oleh kerabat, tokoh masyarakat, dan camat. ”Kami tetap berusaha memediasi agar tidak bercerai,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimmas) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Arif Rochman menerangkan, untuk menekan kasus perceraian, pihaknya sudah memberikan bimbingan perkawinan (bimwin). ”Itu dilakukan bagi pasangan yang akan menikah. Jadi, sebelum menikah, kami beri mereka pengetahuan bagaimana menjalani kehidupan berumah tangga dengan baik,” jelasnya kemarin (16/9).

Menurut Arif, tahun ini pihaknya melakukan bimwin sebanyak 13 angkatan. ”Masing-masing angkatan diikuti 50 peserta. Berarti ada 25 pasangan yang akan menikah,” urainya.

Arif menambahkan, tahun ini Kemenag Bangkalan ditarget melakukan bimwin 17 angkatan. ”Paling tidak sampai akhir tahun target itu tercapai. Ironisnya, angka perceraian tetap tinggi. Padahal, kami sudah berusaha maksimal,” pungkasnya. (c1)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia