Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Sosok KH Imam Ubaidillah di Mata Keluarga dan Kolega

Teguh Pendirian, Disiplin, dan Cekatan

17 September 2019, 05: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TINGGAL KENANGAN: KH. Imam Ubaidillah bersama keluarganya semasa hidup.

TINGGAL KENANGAN: KH. Imam Ubaidillah bersama keluarganya semasa hidup. (PICO FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - KH. Imam Ubaidillah sudah dua hari menghadap Sang Ilahi. Mantan ketua DPRD Sampang itu meninggalkan istri, Ny. Hj. Siti Khodijah, dan empat anak. Yakni, Zuhurul Layali, Moh. Abel Ghoits, Nurul Huda, dan Abd. Mannan.

Kiai sekaligus politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Desa Kembang Jeruk, Kecamatan Banyuates, itu menyisakan banyak kenangan berkesan. Baik bagi keluarga maupun para koleganya di kalangan DPRD dan pejabat.

Ra Imam –sapaan KH Imam Ubaidillah– pada awal periode menjabat sebagai wakil rakyat, pernah dinobatkan sebagai ketua Komisi IV DPRD Sampang. Kemudian, pada periode kedua, Ra Imam dipercaya sebagai ketua DPRD Sampang dan tak tergeser hingga periode ketiga.

KH. Ushuluddin Emha yang tak lain adalah adik kandung Ra Imam mengatakan, di lingkungan keluarga, Ra Imam dikenal teguh pendirian. Pesan yang selalu disampaikan kakaknya selama hidup yaitu ”berpegang teguhlah pada syariat Islam”.

”Beliau adalah sosok yang menjunjung tinggi prinsip. Teguh pendirian itu yang kami teladani dari beliau,” kenang KH Ushuluddin kemarin (16/9).

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa kakaknya merupakan sosok yang mampu menempatkan diri. Misalnya, Ra Imam tidak akan pernah berbicara politik jika lawan bicaranya bukan politisi. ”Beliau merupakan panutan keluarga, semoga beliau masuk surga,” harapnya.

Ketua DPC PKB Sampang KH Fauzan Zaini menambahkan, pihaknya mewakili seluruh pengurus PKB Kabupaten Sampang berbelasungkawa sekaligus sangat kehilangan. Menurut dia, sulit mencari sosok yang humoris, humanis, dan tegas seperti Ra Imam.

”Beliau sangat istiqamah memperjuangkan umat. Pengabdiannya kepada masyarakat patut diapresiasi,” terangnya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat, terutama pengurus DPC PKB Sampang, untuk bersama mendoakan supaya amal ibadahnya diterima oleh Allah. ”Santun dan berakhlakul karimah, bisa menyesuaikan diri dan sangat menjaga komitmen,” katanya.

Ketegasan dan kedisiplinan almarhum selama menjadi wakil rakyat patut diapresiasi. Bahkan, kedisiplinannya sebagai wakil rakyat dalam mengemban tugas dan amanah diakui oleh salah satu politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Amin Arif Tirtana.

Di mata Amin, Ra Imam merupakan sosok yang disiplin. Selama menjabat ketua DPRD Sampang, Ra Imam paling aktif dan disiplin.

Ra Imam mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh anggota DPRD Sampang. Dengan demikian, pada masa kepemimpinannya, tercipta suasana kerja yang nyaman.

”Kami meneladani kedisiplinan beliau. Beliau aktif masuk kantor. Ini yang perlu ditiru oleh wakil rakyat sekarang dan masa mendatang,” ucap Amin kemarin.

Tak hanya itu, Ra Imam juga dikenal sebagai wakil rakyat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Terutama, berkaitan dengan alokasi anggaran. ”Kritis dan koordinatif, itulah sosoknya. Ra Imam ini orang baik. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah,” pungkasnya. 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia