Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan SS 4 Kilogram Lebih, Polisi: Bangkalan Sudah Darurat Narkoba

Ungkap 491 Perkara dan Tangkap 708 Tersangka

15 September 2019, 12: 05: 38 WIB | editor : Haryanto

PRESTASI: Kapolres AKBP boby Pa'ludin Tambunan memimpin rilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba.

PRESTASI: Kapolres AKBP boby Pa'ludin Tambunan memimpin rilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba. (Chitrani Nurindraty/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Meski polisi gencar melakukan pengungkapan dan penangkapan, kasus penyalahgunaan narkoba di Bangkalan kian marak serta memprihatinkan. Bahkan, peredarannya pun meluas hingga ke pedesaan.

Data Satresnarkoba Polres Bangkalan menyebutkan, pada tahun 2017 mengungkap 153 perkara dan menangkap 225 orang. Barang Bukti (BB) yang disita berupa Sabu-Sabu (SS) seberat 1,365,33 gram, ganja seberat 7,75 gram serta lima butir ekstasi.

Pada tahun 2018, pengungkapan kasus mencapai 182 perkara. Jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 263 orang. Sementara BB yang disita Satresnarkoba Polres Bangkalan berupa 1,030,60 gram dan ekstasi 129 butir.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan - Iptu Suyitno.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan - Iptu Suyitno. (Chitrani Nurindraty/RadarMadura.id)

Selanjutnya mulai 1 Januari hingga 11 September 2019, pengungkapan kasus sebanyak 156 perkara. Tersangka yang ditangkap sebanyak 220 orang. Lalu BB yang disita berupa SS seberat 2,072,67 gram dan ekstasi dua butir.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menuturkan, banyaknya perkara yang dilaporkan dan diungkap mengindikasikan Bangkalan sangat darurat narkoba.

"Kalau pengungkapan kasus setiap tahun lebih 150 perkara, itu sangat miris. Ini sudah sangat darurat dan butuh penangan khusus," ujarnya.

Menurutnya, jumlah kasus yang terungkap pada 2019 diyakini terus bertambah. "Memberantas narkoba tugas semua elemen masyarakat. Ingat, mengonsumsi narkoba tidak mendatangkan manfaat malah merugikan," imbuhnya.

Diterangkan, ungkap kasus terbanyak di Kecamatan Socah hingga meluas ke Kokop dan Tanjung Bumi. "Tersangkanya berasal dari semua kalangan. Termasuk anak di bawah umur dan Aparatur Sipil Negara," pungkasnya. (Chitrani Nurindraty)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia