Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Mulyanto Dahlan Masih Rawat Inap

Sempat Dioperasi, Kondisinya Semakin Membaik

15 September 2019, 04: 20: 30 WIB | editor : Abdul Basri

TERBARING LEMAS: Tersangka program etawa Mulyanto Dahlan (terbaring) menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu kemarin.

TERBARING LEMAS: Tersangka program etawa Mulyanto Dahlan (terbaring) menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu kemarin. (PUTU ARYA FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Mulyanto Dahlan belum kembali ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Bangkalan. Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kambing etawa itu masih menjalani rawat inap di RSUD Syamrabu Bangkalan hingga kemarin (14/9).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan nonaktif itu keluar rutan sejak Kamis (5/9). Mulyanto Dahlan mengeluh sakit kepada petugas rutan sejak Senin (2/9). Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihak rutan memeriksa kesehatannya. Hasil pemeriksaan, dia masih bisa menjalani rawat jalan.

Kemudian, Rabu (4/9) dia kembali mengeluh sakit. Setelah diperiksa, petugas medis menyarankan Mulyanto Dahlan untuk dirawat inap. Kamis (5/9), sekitar pukul 14.00 petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan membawanya ke RSUD Syamrabu supaya ada penanganan intensif.

Plt Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani mengatakan, kondisi pasien mulai membaik. Kemungkinan pekan depan sudah diperbolehkan pulang. Tapi, keputusannya tergantung dokter yang menangani. ”Kalau kondisinya baik sudah bisa keluar dari rumah sakit,” ujarnya.

Perempuan berkerudung itu menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan operasi atas penyakit yang dideritanya. Namun, dia tidak berani menjelaskan kepada publik terkait penyakit yang diderita pasiennya tersebut. ”Kalau untuk penyakitnya, kita tidak boleh ngomong. Memang itu rahasia pasien,” ucapnya.

Pihaknya sempat melakukan tindakan operasi pada kaki kiri Mulyanto Dahlan. Namun, tidak dilakukan amputansi karena penyakitnya tidak menjalar. ”Dia (Mulyanto Dahlan) sakit waktu di penjara, lalu kita tangani. Sudah kami obati dan sudah dilakukan tindakan dan kondisinya sudah membaik,” timpalnya.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana membenarkan, bahwa Mulyanto Dahlan masih menjalani rawat inap. Dengan alasan keamanan, pihaknya terus melakukan penjagaan. Tidak sembarangan tamu diperbolehkan menemui. ”Kami tetap melakukan penjagaan selama 24 jam,” tegasnya.

Pria asal Pulau Dewata  itu menyatakan, untuk kembali ke rutan pihaknya masih menunggu dari RSUD Syamrabu. Pihaknya akan melihat rekam medisnya. Apakah sudah membaik atau masih perlu perawatan. ”Kalau memungkinkan untuk bisa keluar ya keluar. Kalau belum akan dijaga terus,” jelasnya mewakili Kajari Bangkalan Badrut Tamam.

Sebagaimana diberitakan, pengadaan kambing etawa merupakan program Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tahun anggaran 2017. Program tersebar di 273 desa di Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana itu bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta lagi untuk pembuatan kandang. Dana yang digunakan bersumber dari APBDes 2017 di tiap desa.

Jumat (2/8), kejari menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut. Yakni, Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin. Untuk mempermudah pemeriksaan, keduanya langsung ditahan di Rutan Kelas II-B Bangkalan.

(mr/rul/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia