Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Bantuan Air Bersih Belum Merata

13 September 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BERHARAP BANTUAN: Nur Hayati mencuci pakaian di kubangan air sungai Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Sampang.

BERHARAP BANTUAN: Nur Hayati mencuci pakaian di kubangan air sungai Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Sampang. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Penanganan kekeringan di Sampang belum maksimal. Tidak semua masyarakat daerah terdampak kekeringan merasakan bantuan Pemkab Sampang. Seperti yang dialami warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal.

Nur Hayati, warga setempat menyampaikan, selama dua bulan terakhir kekeringan sudah terasa di desanya. Persediaan air di daerah sekitar desanya menipis. Hal itu membuatnya sulit mencari air bersih.

Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, perempuan 35 tahun itu harus mencari sumber mata air yang masih bisa dimanfaatkan, seperti di sungai. Meski kondisi air sudah berubah warna, Nur Hayati tetap menggunakan untuk mencuci pakaian keluarga.

”Meski air sudah hijau, banyak masyarakat yang tetap mencuci di sini. Apalagi kalau malam, sekitar tepi sungai sampai penuh. Tapi kalau air konsumsi, cari ke tempat lain. Mungkin jauhnya tidak sampai satu kilometer dari rumah,” katanya kemarin (12/9).

Selama kekeringan melanda, dia belum pernah merasakan bantuan air bersih dari pemerintah. Pihaknya terpaksa memanfaatkan air sungai tersebut karena sudah tidak ada pilihan lain. Membeli air pun tidak mampu.

Karena itu, Nur Hayati berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan bantuan air bersih. Sebab, hal itu merupakan kebutuhan pokok masyarakat. ”Kalau memang ada bantuan, seharusnya semua desa kekeringan dibantu,” pintanya.

Camat Robatal Kiyatno menuturkan, informasi yang diterimanya, pemerintah masih menyalurkan bantuan air bersih. Dalam satu bulan terakhir, pihaknya mendapatkan dua kali pengiriman. Jika ada permintaan, biasanya bantuan tersebut langsung datang.

Saat ini, beberapa warga di Kecamatan Robatal sudah memiliki saluran air sendiri. Air tersebut bersumber dari mata air di Kecamatan Ketapang. Sementara yang sudah teraliri sekitar 70 kepala keluarga (KK).

”Bantuan distribusi air lebih diprioritaskan untuk tempat-tempat ibadah seperti masjid. Tapi, kalau misalnya ada permintaan, biasanya dikirim,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Sampang Muhammad Anang Djoenaedi menyampaikan, penanganan kekeringan akan berlangsung hingga akhir Agustus. Untuk memperpanjang bantuan distribusi air, pihaknya menunggu perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Moh. Imam tidak banyak memberikan komentar terkait distribusi bantuan air bersih. Dia mengaku tidak mengetahui secara detail tentang penanganan kekeringan. ”Lebih baik tanyakan langsung kepada pimpinan,” kelitnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia