Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Baru Dua Pasar Tahap Pengerjaan

13 September 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM ADA PEMBANGUNAN: Warga berada di sekitar Pasar Bancaran, Bangkalan, kemarin siang.

BELUM ADA PEMBANGUNAN: Warga berada di sekitar Pasar Bancaran, Bangkalan, kemarin siang. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mendapat kucuran dana revitalisasi pasar tradisional. Yakni, untuk Pasar Tanah Merah, Langkap, Socah, Kwanyar, Bancaran, dan Tanjungbumi. Namun, baru dua pasar yang mulai dilakukan pengerjaan. Yaitu, Pasar Kwanyar dan Socah.

Sekretaris Perkumpulan Sahabat Pedagang Pasar (Persada) Bangkalan Arif Lukman Hakim mengatakan, Sabtu (17/8) pedagang di Pasar Tanah Merah mendapat surat edaran. Isinya, Sabtu (24/8) pedagang tidak boleh berjualan di pasar.

Pedagang masih dicarikan lokasi untuk berjualan. ”Sebelumnya pedagang keberatan kalau dipindah,” katanya kemarin (12/9).

Pihaknya hanya menyampaikan aspirasi pedagang. Sebelumnya pedagang direlokasi ke tanah percaton Desa Petrah. Namun, saat ini pedagang menempati tanah percaton Desa Tanah Merah Daya. ”Itu yang diinginkan pedagang,” ungkapnya.

Pihaknya meminta janji pengelola pasar dipenuhi. Salah satunya yang disepakati yaitu ukuran toko pedagang tidak dikurangi. ”Kami harap janji yang disampaikan pemerintah pada kami terealisasi dan ditepati,” pintanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Pasar Disdag Bangkalan Sutanto menerangkan, pihaknya mendapatkan proyek revitalisasi enam pasar tradisional. Untuk Pasar Kwanyar dan Socah, mulai dilakukan pengerjaan fisik. ”Penggalian fondasi dan sebagainya,” katanya.

Untuk Pasar Langkap, Tanjungbumi, dan Bancaran masih masuk tahap penyesuaian dengan gambar perencanaan. Pasar Tanah Merah akan memasuki tahapan fisik. ”Sebelum fisik dilaksanakan, kami berkoordinasi dengan Persada bahwa relokasi ditaruh di tanah percaton Desa Petrah,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada pelaksana untuk pengerjakan revitalisasi pasar sesuai dengan RAB. Pihaknya sudah menugaskan konsultan pengawas. ”Apa yang diinginkan kami sesuai dengan apa yang dinginkan pemerintah daerah. Untuk meningkatkan sarana dan prasarana di pasar,” tegasnya mewakili Kepala Disdag Bangkalan Rosli Soelijaryono.

”Kami akan membenahi pasar yang berdampak pada kemacetan lalu lintas maupun pasar yang kurang bagus,” imbuhnya. ”Pasar Kwanyar dan Socah masih tanah kosong. Kami akan membangun los supaya pedagang dan pengunjung nyaman,” bebernya.

Untuk Pasar Tanah Merah, pedagang akan direlokasi. Pihaknya mengakui, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di pasar. ”Supaya pembangunan segera terlaksana,” pungkasnya. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia