Jumat, 15 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Dua Desa Jadi Atensi Kapolda Pilkades Palengaan Daya Ricuh

12 September 2019, 03: 12: 12 WIB | editor : Abdul Basri

TURUN GUNUNG: Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan, M.Si. memantau pilkades di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kemarin.

TURUN GUNUNG: Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan, M.Si. memantau pilkades di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengeluarkan surat keputusan (SK)pemilihan kepala desa (pilkades) di dua desa ditunda. Yakni, di Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru dan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumamar.

Namun, panitia pemilihan kepala desa (P2KD) Tlonto Ares mengabaikan SK bupati. Pilkades tetap digelar kemarin (11/9). Sementara di Lesong Daya tidak ada pelaksanaan pilkades.

Dua desa tersebut jadi atensi Polda Jawa Timur (Jatim). Kemarin, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan, M.Si. turun langsung ke Pamekasan. Namun, tidak memantau pilkades di Desa Tlonto Ares.

Kapolda malah memantau pelaksanaan pilkades di Desa Samatan, Kecamatan Proppo. ”Saya dapat laporan ada dua desa ditunda. Itu juga akan menjadi prioritas pengamanan kami,” tegasnya.

”Kami akan mencoba untuk melakukan pendekatan kepada tokoh dan masyarakat yang ada di dua desa tersebut,” sambungnya.

Luki mengaku sengaja datang ke wilayah Pamekasan untuk memantau pilkades. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggotanya yang melakukan pengamanan.

”Kami berharap pelaksanaan pilkades berjalan dengan lancar. Apalagi sudah dijaga aparat dari TNI maupun Polri,” harapnya.

Luki menambahkan, di Jawa Timur sudah ada beberapa kabupaten yang telah melaksanakan pilkades serentak. Secara umum, pilkades tersebut berjalan dengan lancar.

”Semoga di Pamekasan juga berjalan dengan aman seperti di kabupaten lainnya,” kata Luki usai sowan ke KH Ali Karrar di Proppo.

Setelah Kapolda meninggalkan Pamekasan, pelaksanaan pilkades di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, sempat ricuh. Proses pilkades sempat dihentikan lantaran tidak kondusif. Bahkan, pada saat kejadian ada seorang warga diamankan anggota Brimob.

Berdasarkan informasi yang dihimpun RadarMadura.id, pilkades di desa tersebut sempat ricuh lantaran diduga ada pendukung salah satu calon Kades yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali. Aksinya tersebut diketahui oleh pendukung lainnya.

Kapolsek Palengaan Iptu Bambang Irawan membenarkan jika pilkades di Desa Palengaan Daya sempat ricuh. Itu terjadi lantaran terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi antar sesama pendukung calon Kades.

”Informasi adanya warga yang nyoblos lebih dari satu kali tersebut tidak benar. Tidak ada apa-apa, sekarang kondusif dan sudah penghitungan,” tegasnya.

Saat itu, kata Bambang, petugas sigap melaksanakan pengamanan. Masyarakat terutama para pendukung calon juga dilarang masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) demi lancarnya pelaksanaan pilkades tersebut.

(mr/sin/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia