Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Tarif Sampang–Probolinggo Hanya Rp 5.500

Disubsidi Pemprov, Jadwal Tiap Kamis

12 September 2019, 03: 10: 14 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Seorang warga memancing ikan di Pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin.

SEPI: Seorang warga memancing ikan di Pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Masyarakat Madura, khususnya Sampang yang hendak bepergian ke Probolinggo saat ini sudah bisa lebih hemat biaya. Tarif angkutan laut dari Pelabuhan Taddan menuju Probolinggo hanya Rp 5.500.

Harga tiket ini jelas lebih murah dibanding dengan transportasi darat. Namun, layanan tersebut hanya berlaku tiap Kamis.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Branta Edi Kuswanto mengatakan, harga tiket Taddan–Probolinggo memang murah. Sebab, sudah disubsidi oleh pemerintah provinsi.

”Kami bersama provinsi Jawa Timur menyediakan trayek kapal dari Taddan ke Probolinggo dan sebaliknya,” kata Edi Kuswanto kemarin (11/9). ”Harga tiketnya hanya Rp 5.500 karena disubsidi pemerintah,” katanya lagi.

Pihaknya berharap, adanya kapal perintis ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh warga Sampang dan sekitarnya. Menurutnya, kapal sangat penting, terutama bagi yang memiliki kegiatan bisnis di Probolinggo dan sekitarnya. Selain lebih murah, juga bisa lebih hemat tenaga.

Penumpang kapal dari Taddan ke Probolinggo juga bisa menikmati perjalanan sambil mengabadikan momen saat singgah di pelabuhan lainnya. Sesuai dengan trayek yang ada, kapal perintis nantinya akan melewati Pelabuhan Gili Mandangin dan Pelabuhan Gili Ketapang. Di situlah menjadi daya tawar, terutama yang suka menikmati perjalanan.

”Selain mengangkut penumpang, kapal ini juga bisa mengangkut kendaraan roda dua,” imbuhnya.

Kepala Dishub Sampang Moh. Zuhri menyambut baik pengoperasionalan Pelabuhan Taddan. Dengan adanya transportasi laut, jarak tempuh dari Sampang menuju Probolinggo lebih cepat. Jika lewat jalur darat membutuhkan waktu hingga delapan jam, lewat laut hanya cukup separonya.

”Jalur darat mungkin sekitar tujuh jam sampai delapan jam. Tapi kalau jalur laut hanya antara tiga sampai empat jam,” tukasnya.

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia