Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Produksi Jagung Kurang 16.786 Ton

12 September 2019, 02: 55: 58 WIB | editor : Abdul Basri

HIJAU: Petani istirahat di gubuk yang berada di dekat sawah tanaman jagung di Desa Martajasah kemarin.

HIJAU: Petani istirahat di gubuk yang berada di dekat sawah tanaman jagung di Desa Martajasah kemarin. (ZAINURI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan tahun ini menargetkan 64.414 hektare lahan untuk produksi jagung. Namun, yang bisa dicapai dispertapahorbun hanya 54.150 hektare.

Menurut Kabid Tanaman Pangan Dispertapahorbun Bangkalan Heri Susanto melalui Kasi Data Tanaman Pangan Hasan Tofa, target luas lahan tanam jagung tidak tercapai dipengaruhi cuaca. ”Sebenarnya banyak faktor, tapi yang paling berpengaruh yaitu karena kondisi lahan pertanian di Bangkalan banyak yang mengandalkan air hujan,” katanya.

Dia menerangkan, produktivitas tanaman jagung di Bangkalan per hektare bisa mencapai 2,25 ton. Tahun ini, dari Januari hingga Agustus, produksi jagung mencapai 117.994 ton. ”Target produksi jagung ditetapkan 134.780 ton. Jadi masih kurang 16.786 ton,” ungkap Hasan Tofa.

Pihaknya berharap musim hujan segera tiba. Dengan demikian, luas tanan dan produksi jagung di Bangkalan meningkat. ”Mudah-mudahan tiga bulan ke depan target produksi jagung bisa dicapai,” harapnya kemarin (11/9).

Kasubbag Program Dispertapahorbun Bangkalan Moeh. Ridhwan menambahkan, selama tidak ada kendala target produksi jagung masih bisa tercapai. ”Pertengahan Oktober nanti turun hujan. Kami optimistis bisa capai target. Jagung lokal Madura membutuhkan waktu 80 hari untuk panen. Beda dengan jagung hibrida yang butuh 100 hari baru bisa panen,” jelasnya. (c1)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia