Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Kurir Pil Ekstasi Dibekuk Saat Transaksi di Pamekasan

11 September 2019, 03: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: BNNK Sumenep merilis dua kurir narkoba di kantornya kemarin.

KEOK: BNNK Sumenep merilis dua kurir narkoba di kantornya kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Badan Narkotika Nasional Kabupaen (BNNK) Sumenep mengamankan dua kurir narkoba asal Pamekasan. Keduanya ditangkap di sebuah rumah kos di Desa Lawang Daya, Kecamatan Pamemawu, Kabupaten Pamekasan, Rabu (4/9).

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Sumenep Bambang Sutrisno saat konferensi pers kemarin (10/9). Menurut dia, penangkapan dua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. Di sebuah rumah kos di Kota Gerbang Salam sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Saat ditindaklanjuti, ternyata informasi tersebut benar. Pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap dua orang. Yakni, berinisial RD, 38, warga Jalan Veteran Muda, Desa Marumbat Barat, Kecamatan Pademawu dan AM, 41, warga Dusun Solok Laok, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. ”Penangkapan dilakukan di rumah kos RD,” ucapnya kemarin (10/9).

Bambang menyampaikan, keduanya merupakan kurir narkoba jenis pil ekstasi. Dari hasil pemeriksaan, dua budak narkoba itu mengaku barang haram itu didapat dari salah satu bandar di Surabaya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNNP Jawa Timur agar ditindaklanjuti. Tujuannya, memutus rantai peredaran narkoba dari Kota Pahlawan. ”BNNK Sumenep telah bekerja sama dengan BNNP Jatim untuk memutus jaringan pil ekstasi,” ungkapnya.

Bambang menyebut, dari tangan keduanya, BNNK Sumenep berhasil mengamankan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, 43,5 butir pil ekstasi merek spongebob, 3 unit handphone, dan 4 kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Kemudian, satu bungkus plastik klip sedang dan uang Rp 2.315.000.

Dua budak narokoba itu diancam pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, dan pasal 132 ayat 1 undang-undang 35/2009 tentang Narkotika. ”Ancamannya paling lama seumur hidup dan paling singkat 5 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Bambang menegaskan, wilayah tugasnya tidak hanya di Kota Keris, melainkan dia dua kabupaten lain di Madura. Yakni, Kabupaten Pamekasan dan Sampang. Pihaknya berharap masyarakat ikut serta dalam memutus peredaran barang haram itu. ”Apabila ada penyalahgunaan, lapor ke BNNK Sumenep,” pintanya. (jup)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia