Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Jasa Konsultasi FS Waterbase Masuk Lelang

11 September 2019, 04: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PENERBANGAN BARU: Pesawat Susi Air saat terbang di Bandara Trunojoyo Sumenep, Rabu (24/7).

PENERBANGAN BARU: Pesawat Susi Air saat terbang di Bandara Trunojoyo Sumenep, Rabu (24/7). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Upaya pemerintah membuka penerbangan ke kepulauan terus dilakukan. Tahun ini, Pemkab menggerojok Rp 1.267.500.000 untuk feasibilty study (FS) waterbase dan registrasi di Pulau Masalembu dan Kangean.

Paket jasa konsultasi itu kini sudah masuk dalam layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Proses lelang saat ini memasuki tahap evaluasi dan pembuktian kualifikasi. Ada 24 peserta yang mengikuti lelang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustino Sulasno menyampaikan, pembukaan penerbangan ke dua wilayah kepulauan tersebut nantinya akan dilayani pesawat amfibi. Pesawat yang bisa landing di air itu dipilih untuk meminimalisasi pengeluaran biaya.

Selain itu, dengan waterbase, pembukaan pelayanan penerbangan untuk wilayah kepulauan diyakini bisa lebih cepat terealisasi. ”Sudah lelang. Cuma belum penentuan pemenang. FS harus selesai tahun ini. Kemungkinan dua bulanan setelah penentuan pemenang bisa segera dilaksanakan,” ungkapnya kemarin (10/9).

Penerbangan ini diakui lebih efisien dikarenakan Pemkab Sumenep hanya diminta untuk melakukan feasibilty study. Sementara maskapai penerbangan perintis yang akan melayani disediakan oleh pemerintah pusat.

Moda transportasi umum jalur udara ini diperkirakan bisa mulai beroperasi pada 2020. Waterbase diklaim lebih efektif, mengingat mayoritas kepulauan di Kota Keris tidak memiliki landasan udara atau bandara.

”Kalau masih bangun landasan, biayanya besar. Prosesnya juga bisa dipastikan lebih lama,” kata Agus.

Diterangkan, rencana pembukaan pelayanan penerbangan untuk sementara masih akan melayani Pulau Masalembu dan Kangean saja. Dua kepulauan terluar di Sumenep itu diprioritaskan sebagai upaya mempercepat pembangunan di kepulauan.

Untuk wilayah Kepulauan Sapeken, penerbangan juga akan segera dibuka. Sebab, landasan udara yang sebelumnya milik perusahaan migas KEI sudah bisa dimanfaatkan untuk penerbangan bagi masyarakat umum.

”Harapannya, tidak ada kendala. Sehingga, tahun depan pesawat amfibi bisa melayani penerbangan ke kepulauan,” tandasnya. 

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia