Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Ratusan Produk IKM Tak Berlabel Halal

11 September 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

CONTOH IKM: Seorang pemuda melihat produk IKM di kantor Disperindag Sumenep kemarin.

CONTOH IKM: Seorang pemuda melihat produk IKM di kantor Disperindag Sumenep kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Produk industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep masih sulit bersaing di pasaran. Pasalnya, banyak produk yang belum memiliki labelisasi halal, sehingga tidak menarik minat konsumen.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Eka Hariyadi tidak menampik hal itu. Dia menyebut, dari 600 IKM yang terdata di lembaganya, hanya 3 yang mendapat label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

”Itu (3 IKM) difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Jatim), kami hanya mengusulkan,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (10/9).

Agus mengutarakan, tahun ini pihaknya memiliki program fasilitasi produk IKM untuk mendapatkan labelisasi halal. Diakui, program itu sampai saat ini belum terealisasi. Sementara IKM yang akan difasilitasi untuk mendapatkan labelisasi berjumlah 39 produk.

”Kami memiliki kuota 39 yang akan difasilitasi. Ini (fasilitasi) baru tahun ini ada,” kata Agus.

Agus menyadari labelisasi halal pada produk IKM sangat penting. Sebab, akan meningkatkan produk IKM masyarakat Kota Keris di pasaran. Dengan label halal, ada kepercayaan lebih dari konsumen pada produk yang dibelinya.

”Memang sudah tugas kita untuk mendorong produk IKM di Kabupaten Sumenep untuk memiliki daya saing,” ujarnya.

Agus berjanji akan terus mendorong produk IKM untuk bisa bersaing di pasaran. Salah satunya dengan memfasilitasi untuk memiliki label halal agar sesuai dengan standar di pasaran. ”Kita juga memberikan pembinaan kepada mereka untuk bisa memasarkan produknya via online,” klaimnya. 

Terpisah, anggota DPRD Sumenep Nurussalam meminta pemerintah serius menyikapi banyaknya IKM di Kota Keris. Dia mendesak agar pemintah juga mendorong agar produk IKM asal Sumenep bisa bersaing di pasaran.

”Tentunya banyak aspek yang masih perlu dibenahi, misalkan labelisasi halal, merek, dan lain-lain,” kata politikus Gerindra itu.

Mantan ketua Komisi II itu juga meminta pemerintah berperan aktif dalam peningkatan kualitas produk IKM. ”Pelaku IKM juga perlu diberikan pembinaan agar produknya bisa bersaing. Semisal didorong untuk berinovasi dengan rasa dan produk yang berbeda,” pintanya. (jup)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia