Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Seluruh Calon Kepala Desa di Pamekasan Deklarasikan Pilkades Damai

11 September 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DAMAI: Cakades membentangkan baliho deklarasi damai usai mengikuti apel gelar pasukan di SGMRP kemarin.

DAMAI: Cakades membentangkan baliho deklarasi damai usai mengikuti apel gelar pasukan di SGMRP kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

RIBUAN personel keamanan lintas instansi memadati halaman Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan kemarin (10/9). Lagu kebangsaan tersiar lantang melalui pengeras suara.

Dua terop disiapkan untuk undangan. Sisi kiri ditempati anggota forum pimpinan daerah (forpimda) beserta undangan lain. Sementara terop yang terpasang di sisi kanan ditempati camat serta ratusan calon kepala desa (cakades).

Mengenakan batik, para cakades duduk tertib mengikuti serangkaian apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pilkades. Mereka tampak ceria. Satu sama lain bercerita seolah tidak sedang bersaing.

Nuansa keakraban itu dipuncaki dengan deklarasi damai. Mereka berkomitmen menciptakan suasana aman, damai, dan sejuk dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Satu per satu, cakades menandatangani deklarasi damai itu. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kapolres AKBP Teguh Wibowo serta anggota forpimda lainnya menyaksikan penandatanganan pakta integritas itu.

Deklarasi diakhiri dengan foto bersama. Yel yel Pamekasan Hebat, Pamekasan Rajjhâ, Bhâjjrâ, tor Parjhugâ menjadi penutup serangkaian seremoni deklarasi itu. ”Deklarasi damai ini diteruskan kepada masyarakat di bawah,” pinta Kapolres AKBP Teguh Wibowo.

Cakades Bungbaruh, Kecamatan Kadur A. Fauzi mengatakan, deklarasi damai itu bukan sekadar seremonial. Tetapi, bentuk komitmen dari seluruh calon pemimpin desa untuk menciptakan kedamaian dan kondusivitas.

Komitmen itu sangat baik untuk masa depan masyarakat. Pemilihan suatu hal biasa untuk menentukan pemimpin terbaik di tingkat desa. Tidak perlu ada perpecahan di tengah masyarakat.

Sebab, pada prinsipnya masyarakat bersaudara. Berbeda pilihan hal biasa, yang terpenting kekompakan dan kebersamaan membangun desa harus tetap dipertahankan. ”Mari ciptakan pilkades damai, aman, dan sejuk,” ajaknya.

Fauzi menambahkan, seluruh cakades memiliki keinginan sama. Yakni, memajukan desa dan memakmurkan masyarakat. Hanya, tiap orang memiliki cara dan metode berbeda. Masyarakat diberi kesempatan memilih yang terbaik tanpa harus ada perpecahan.

Mantan jurnalis itu berharap, seluruh masyarakat dewasa dalam menyikapi pilkades. Perdamaian dan persaudaraan harus tetap dijaga. Harapannya, cita-cita mulia untuk memajukan desa bisa terwujud.

Sebanyak 91 desa menggelar pilkades hari ini. Sebelumnya, pemerintah menjadwalkan 93 desa. Namun, dua desa harus ditunda lantaran penetapan cakades melebihi deadline yang ditentukan.

Dua desa tersebut yakni, Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru dan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar. Bupati Baddrut Tamam berharap dua desa itu tetap aman dan tenteram meski pilkades ditunda.

”Semoga aman dan tenteram. Keseharian berjalan baik. Dengan baik dan tenang, stabilitas di Pamekasan terjaga dengan baik,” harap mantan aktivis DPRD Provinsi Jatim itu.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia