Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Realisasi Bantuan Bibit Pajale Disoal

11 September 2019, 05: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PANEN RAYA: Petani panen padi menggunakan combine harvester di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, kemarin.

PANEN RAYA: Petani panen padi menggunakan combine harvester di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bangkalan menerima bibit padi, jagung, dan kedelai (pajale) tahun ini. Program ini menjadi atensi anggota DPRD Jawa Timur Mathur Husyairi. Pasalnya, dinas pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan (dispertapahorbun) kurang transparan atas realisasi bantuan tersebut.

”Jadi saya minta dispertapahorbun untuk membuka semua data poktan (kelompok tani) dan yang menerima bantuan bibit-bibit tersebut. Ini harus dibuka,” desak Mathur kemarin (10/9).

Sebelumnya, Kasi Benih dan Perlintan Dispertapahorbun Bangkalan Hasan Tofa mengatakan, bantuan berupa benih bukan berbentuk uang. Pihaknya enggan memberikan penjelasan jumlah poktan yang mendapatkan bantuan. ”Kami tidak memegang data penerima dan di kecamatan mana saja,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, poktan yang belum menerima bantuan, pada tahun berikutnya akan diberikan bantuan bibit pajale. ”Takut ada kecemburuan sosial, makanya kami tidak bisa memberikan data,” kelitnya.

Untuk diketahui,  program pajale tahun 2019 untuk tanaman padi musim tanam (MT) Oktober–Juli 51.745 hektare, luas panen (prediksi) 47.675 hektare, provitas 59,55 kuintal per hektare, produksi 283.905 ton.

Tanaman jagung, MT Oktober–Juli 54.150 hektare, luas panen (prediksi) 51.422 hektare, provitas 22,52 kuintal per hektare, produksi 115.847 ton. Sementara tanaman kedelai, MT Oktober–Juli 4.593 hektare, luas panen 4.409 hektare, provitas 10,15 kuintal per hektare, dan produksi 4.475 ton.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia