Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bakal Buang 13 Peserta

11 September 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Agus Zein  Plt Kepala Diskominfo Bangkalan.

Agus Zein Plt Kepala Diskominfo Bangkalan. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Bangkalan bakal diambil sepuluh besar. Ketentuan tersebut berdasarkan ranking dari seluruh rangkaian tahapan. Dengan demikian, 13 peserta harus tersingkir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein mengutarakan, peserta yang memenuhi passing grade 23 orang. Itu setelah tahapan tes potensi (tes tulis) dilaksanakan. ”Dari 23 orang itu akan diambil 10 besar,” kata dia kemarin (10/9).

Sebelum penentuan 10 besar calon anggota KI, tahapan yang harus dilaksanakan yakni psikotes dan wawancara. Sesuai jadwal, akan dilaksanakan pada 13 hingga 14 September di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

”Setelah psikotes, dilanjutkan ke tahap wawancara. Lalu, di-ranking 10 besar,” terangnya.

Ketika ditetapkan 10 besar calon anggota KI, kemudian diserahkan ke Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron untuk dilakukan fit and proper test di DPRD. Tahapan tersebut sebagai dasar untuk memilih lima komisioner.

”Nanti dewan memberikan penilaian. Tapi, yang memutuskan semua hasil tahapan yang kami lakukan adalah bupati. Termasuk hasil fit and proper test,” paparnya.

Prinsipnya, kata Agus, tahapan seleksi calon anggota KI ini sudah sesuai prosedur. Bahkan, dari hasil tahapan administrasi, sebanyak 23 orang itu diloloskan semua lantaran memenuhi passing grade.

”Lihat saja nanti siapa saja yang terpilih. Karena yang 23 orang itu di dalamnya juga ada incumbent KI,” ujarnya.

Sekretaris diskominfo itu mengaku, seleksi memang harus segera tuntas. Sebab, Oktober mendatang sudah memasuki periodisasi. ”Periode yang lama kan berakhir Oktober. Maka, komisioner yang baru ini harus kelar di Oktober juga,” sambungnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bangkalan Fadhur Rosi mengatakan, dewan hanya menunggu 10 besar hasil seleksi yang dilakukan oleh timsel. Selama proses fit and proper test itu ada penilaian tersendiri yang kemudian bisa dijadikan dasar oleh bupati untuk diputuskan. ”Fit and proper test kan di dewan, kami ya menunggu saja sekarang,” katanya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia