Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Dana Pendidikan Berkualitas Rp 12 Miliar Lebih

10 September 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TERIK: Siswa SMKN 2 Sampang keluar dari pintu gerbang sekolah kemarin.

TERIK: Siswa SMKN 2 Sampang keluar dari pintu gerbang sekolah kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Bantuan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) dari Pemerintah Provinsi Jatim bakal segera dicairkan. Kemungkinan bantuan program pendidikan gratis berkualitas (tistas) sudah masuk ke masing-masing sekolah. Total anggaran mencapai Rp 12 miliar lebih.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sampang Asyari mengatakan, program tistas berlaku sejak pertengahan tahun. Berkas persyaratan untuk pencairan sudah diajukan ke pemerintah provinsi. Berkas Kabupaten Sampang diterima lebih dulu dibandingkan tiga kabupaten lain di Madura.

Bahkan, diklaim tiga kabupaten pertama di seluruh Jatim yang diterima oleh provinsi. ”Proposal dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) sudah selesai diverifikasi. Mungkin dalam waktu sepekan ini isnyaallah sudah dicairkan,” kata Asyari kemarin (9/9).

Dijelaskan, RKAS merupakan salah satu syarat yang sangat penting dalam pencairan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi dobel pembelajaan antara BPOPP dan bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, jika tanpa RKAS, dikhawatirkan sekolah bingung untuk menggunakannya.

Dana BPOPP secara otomatis masuk ke sekolah. Dana tersebut harus dimanfaatkan sesuai dengan program-program yang tersusun di RKAS. ”Artinya, sekolah tidak boleh menggunakan dana tersebut untuk program yang tidak disebutkan dalam RKAS,” ujarnya.

Setiap sekolah mendapatkan dana sesuai dengan jumlah siswa. Semakin banyak jumlah siswa, secara otomatis pembiayaan akan lebih banyak. ”Pemanfaatannya tentu muaranya pada peningkatan sekolah, yang di dalamnya termasuk siswa,” jelasnya.

Nominal yang akan diterima sekolah negeri dan swasta juga tidak sama. Untuk SMA negeri mendapatkan jatah Rp 4,9 miliar. Sementara untuk SMA swasta berkisar Rp 8 miliar.

BPOPP digunakan untuk mengganti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). SPP SMA Rp 60 ribu tiap bulan. Sementara siswa SMK jurusan bisnis manajemen Rp 90 ribu. ”SMK jurusan teknik tanggungan SPP-nya Rp 120 ribu per bulan per siswa. Kenapa SMK lebih mahal, karena harus membiayai vokasi,” tukasnya. (bil)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia