Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Sohib Dituntut Hukuman Mati

Keluarga Korban Pemerkosaan Kawal Sidang hingga Vonis

10 September 2019, 05: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DITUNTUT MAKSIMAL: Terdakwa Moh. Sohib menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bangkalan kemarin.

DITUNTUT MAKSIMAL: Terdakwa Moh. Sohib menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Perkara dugaan perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang dengan terdakwa Moh. Sohib masuk tahap sidang tuntunan. Pria 46 tahun asal Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, itu dituntut pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangkalan.

Sidang kali kelima itu dimulai pukul 10.50 dan selesai pukul 11.35 kemarin (9/9). Sebelum sidang dimulai, tepatnya pukul 10.25, puluhan warga keluarga korban menggelar aksi damai. Massa meminta jaksa supaya Moh. Sohib dituntut pidana mati. Orasi berjalan sekitar 20 menit. ”Kami minta Sohib (terdakwa) dituntut mati,” teriak Muafi selaku korlap aksi.

Muafi mengatakan, pihaknya bersama puluhan warga datang dari desa hanya satu tujuan. Yakni, supaya JPU menuntut pelaku yang sangat sadis itu dihukum mati. Pihaknya tidak akan berbuat kerusuhan selama sidang. Pihaknya ingin mendukung para jaksa. ”Pelaku yang lain divonis mati. Kami minta Sohib juga dituntut mati,” pintanya.

Pantauan RadarMadura.id di lokasi, ada tiga perempuan yang ikut aksi. Mereka berjarak sekitar 20 meter dengan aksi yang dilakukan kaum adam. Lokasinya tepat di sisi utara sambil melihat massa. Salah satu di antara mereka mengeluarkan air mata. Yakni, Maisaroh, orang tua korban almarhumah Ani Fauziyah Laili.

Perempuan berpakaian batik itu mengeluarkan air mata. Sesekali dia menyeka air matanya dengan kerudung berwarna abu-abu. Sayangnya, dia enggan memberikan penjelasan kepada awak media. Dia hanya meminta kepada jaksa supaya keinginannya dikabulkan. ”Saya hanya ingin pelaku dituntut mati,” pintanya.

Ketika sidang hendak dimulai, aparat bersenjata lengkap berjaga di sekitar pintu masuk ruang sidang 1. Ada 20 orang yang mengikuti persidangan. Antara lain, orang tua korban, famili, dan kepala desa. Mereka diperiksa oleh petugas demi keamanan.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menyatakan, agenda sidang yakni tuntutan kepada terdakwa Moh. Sohib bin Asmat Narto. Dari tuntutan tersebut, terbukti pertama pasal 340 KUHP, kedua 338 KUHP, ketiga 365 KUHP, dan keempat 81 (1) jo 76 D UU 23/2012 yang telah diubah dengan UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. ”Agenda sidang pembacaan surat tuntutan,” ujarnya.

Pria asal Pulau Dewata itu menambahkan, untuk membuktikan perbuatan terdakwa sesuai dengan dakwaan kesatu primair (340 KUHP) dan dakwaan keempat subsider 81 (1) juncto 76 D UU 23/2012 serta menuntut terdakwa dengan pidana mati. Menurut Putu, terdakwa kali ini terakhir dari pengembangan kasus sebelumnya.

Selama persidangan, pihaknya akan melakukan sesuai fakta-fakta di lapangan. ”Kami akan transparan. Tuntutan kami berikan sesuai fakta-fakta di lapangan dan selama persidangan,” tegasnya mewakili Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam.

Sidang dipimpin oleh Susanti Arsy Wibawani, anggota 1 Putu Wahyudi, dan anggota 2 Johan Wahyu Hidayat. Hakim ketua enggan memberikan penjelasan karena bukan kewenangannya. ”Kami hanya pimpinan sidang. Kami tidak bisa memberikan komentar karena agendanya masih tuntutan. Kalau sudah vonis, baru kami berkomentar,” jelasnya singkat.

Sebelumnya, empat orang sudah menjalani sidang dan divonis. Yaitu, Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer; dan Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat. Semuanya berasal dari Kecamatan Kwanyar. Mereka telah divonis hukuman mati.

Polres Bangkalan berhasil menciduk Moh. Sohib Jumat (8/2). Atas perbuatan bejat pelaku, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang pada Sabtu (22/7/2017).

Polisi berhasil menciduk para pelaku pembunuhan ABG asal Desa Banyu Besi, Kecamatan Tragah, itu. Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak para pelaku. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia