Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sport

Serukan Antirasisme di Lapangan Hijau

09 September 2019, 03: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DAMAILAH NEGERIKU: Pemain, Ofisial, beserta wasit membentangkan spanduk seruan antirasisme pada laga Madura FC kontra PSBS Biak di Stadion A. Yani, Sumenep, Sabtu (7/9).

DAMAILAH NEGERIKU: Pemain, Ofisial, beserta wasit membentangkan spanduk seruan antirasisme pada laga Madura FC kontra PSBS Biak di Stadion A. Yani, Sumenep, Sabtu (7/9). (MADURA FC FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Sebelum pertandingan Madura FC melawan PSBS Biak, Sabtu (7/9) dimulai, tim tuan rumah membentangkan spanduk bertuliskan Say No to Racism, Indonesia Mempersatukan Kita. Seruan tersebut ditunjukkan Laskar Jokotole kepada seluruh bangsa Indonesia. Tujuannya, upaya meredam konflik dan menyerukan antirasisme di tanah ibu pertiwi.

Manajer Madura FC Januar Herwanto menyampaikan, dalam sepak bola terdapat nilai persatuan. Dalam satu tim, terdiri dari berbagai karakter, asal, dan latar belakang. Namun, memiliki satu tujuan yang sama dan terus berusaha untuk saling melengkapi.

Seruan antirasisme sengaja digelorakan Laskar Jokotole kala menjamu Cendrawasih Kuning. Itu upaya mengingatkan kepada seluruh bangsa untuk kembali menghayati kebinekaan. Khususnya dalam sepak bola.

”Bhinneka Tunggal Ika ada adagium di Madura, yakni benni ghanika tape tongghalla paneka. Diinterpretasikan dalam local wisdom di Madura,” ungkapnya kemarin (8/9).

Di Madura, kata Januar, sudah lama menerapkan toleransi. Sejak zaman dahulu selalu menjunjung semangat kebersamaan. Seruan tersebut dilakukan Madura FC diakui tidak hanya untuk menanggapi soal rasisme terhadap Papua. Tetapi, meliputi semua komponen bangsa.

Januar mengajak semua elemen untuk menghindari perpecahan. Seperti melakukan tindakan yang dapat memicu konflik antarsuporter. Dia berharap, ke depan semua pihak yang terlibat dalam kompetisi sepak bola nasional bisa semakin dewasa dalam menanggapi suatu persoalan.

”Hentikan nyanyian rasisme antarklub. Karena kita satu. Jangan sampai 90 menit pertandingan merusak tali persaudaraan kita yang sudah lama terjalin,” jelas Januar.

Meski para pemain Madura FC tampil tidak memuaskan karena harus berbagi poin dengan tim tamu, Januar tidak terlalu mempermasalahkan. Namun, dia meminta para pemain berbenah untuk menjalani laga-laga selanjutnya. Mengingat, Madura FC membutuhkan poin agar tidak terjungkal ke papan bawah klasemen sementara Liga 2 wilayah Timur.

”Inilah kompetisi. Harus saling menjunjung sportivitas. Boleh berbeda dukungan saat pertandingan, tapi setelah itu kita kembali menjadi saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia,” pungkasnya.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia