Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sport
Gagal Manfaatkan Penalti

Laskar Jokotole Harus Rela Berbagi Poin

08 September 2019, 18: 52: 36 WIB | editor : Abdul Basri

BERBAGI POIN: Pemain Madura FC berebut bola dengan tim tamu PSBS Biak di Stadion A. Yani, Sumenep, kemarin.

BERBAGI POIN: Pemain Madura FC berebut bola dengan tim tamu PSBS Biak di Stadion A. Yani, Sumenep, kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Madura FC menjalani laga kandang kedua kalinya pada putaran kedua Liga 2 wilayah Timur melawan PSBS Biak kemarin (7/9). Bermain di Stadion A. Yani, Sumenep, klub berjuluk Laskar Jokotole ini kembali kehilangan poin sempurna.

Selama 45 menit pertandingan babak pertama, tidak ada gol yang tercipta. Pada laga sore itu, Madura FC memiliki peluang memecah kebuntuan. Pemain PSBS Biak melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-25.

Namun, hadiah penalti yang diberikan wasit tidak mampu dimaksimalkan Qishcil Gandrum Minny yang bertindak sebagai algojo. Tendangan pemain dengan nomor punggung 97 itu berhasil ditepis sang penjaga gawang PSBS Biak Yusak Sammuel Rejauw.

Usai turun minum, Laskar Jokotole kembali mencoba peruntungan. Sejumlah tendangan dilesatkan pemain Madura FC ke gawang Cendrawasih Kuning. Namun pada babak kedua, juga tidak ada gol yang berhasil dicetak kedua sebelasan. Satu poin untuk tim tamu setelah bermain imbang dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Madura FC tertahan di posisi 8 klasemen sementara.

Pelatih Madura FC Agus Yuwono menyayangkan harus berbagi poin dengan tim tamu. Mengingat, Madura FC memerlukan poin maksimal untuk bisa terangkis dari papan bawah klasemen.

Dia juga menyayangkan para pemain tidak bisa mengeksekusi bola dengan baik. Padahal, banyak peluang yang diperoleh tim tuan rumah. Terutama, hadiah penalti yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memperoleh keunggulan.

”Secara permainan, kami banyak mendapat peluang. Memang, psikis pemain kurang stabil,” ungkap Agus saat konferensi pers kemarin.

Mental pemain tidak stabil karena belum bisa bangkit setelah kalah bermain di kandang melawan Martapura FC Senin (2/9). Pria yang akrab disapa AY itu menjelaskan, kondisi tersebut menjadi PR ke depan. Dengan demikian, pemain bisa tampil maksimal dengan kondisi mental yang siap main pada laga berikutnya.

”Pada kompetisi, mental sangat diperlukan selain fisik, taktik, dan strategi. Dari awal kami punya peluang, tapi tidak bisa dimaksimalkan. Ini menambah mental pemain drop,” kata AY.

Sementara itu, pelatih PSBS Biak Frengky Rudi Samay menjelaskan, Madura FC diakui sebagai salah satu klub yang cukup kuat pada musim ini untuk wilayah Timur. Karena itu, bertamu ke Pulau Garam, Cendrawasih Kuning diakui lebih memilih bermain bertahan untuk bisa mencuri poin.

”Tujuan kami ke Madura untuk mendapat poin. Entah tiga atau satu. Yang penting dapat poin sebagai modal kami untuk menjalani laga home,” ujarnya.

Dia mengapresiasi pertandingan Madura FC melawan PSBS Biak. Sebab, dalam laga tersebut para pemain menunjukkan sportivitas dalam bermain. ”Pertandingan berjalan bersih. Tidak terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan,” pungkasnya. 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia