Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Features

Bertahun-tahun Jalan Poros Desa Gugul Rusak Parah

Suatu ketika Telur yang Dimuat Pikap Tumpah

07 September 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BERANTAKAN: Pengendara motor melintas di jalan poros Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang rusak parah, Kamis (5/9).

BERANTAKAN: Pengendara motor melintas di jalan poros Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang rusak parah, Kamis (5/9). (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

Hampir setiap hari salah seorang pengendara roda dua dan roda empat tak bernasib baik saat melewati jalan rusak Desa Gugul. Jalan desa tersebut seharusnya menjadi nyawa lalu lintas yang memudahkan. Tetapi justru sebaliknya, menjadi lalu lintas yang membuahkan kengerian.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, RadarMadura.id

DALAM beberapa hari terakhir jalan rusak di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, menjadi pantauan Jawa Pos Radar Madura. Sebab, jalan tersebut menjadi objek keluhan warga. Jalan itu sudah bertahun-tahun rusak parah.

Setiap hari pengguna akses jalan tak kurang dari 50 pengendara. Mulai dari sales rokok, guru, siswa, mahasiswa, dan ibu-ibu yang hendak bepergian ke pasar atau ke undangan.            Jalan tersebut tepat di sisi paling utara Desa Gugul.

Letak jalan yang rusak parah tersebut bersambungan dengan akses jalan Desa Larangan Slampar dari arah utara. Kendati Desa Larangan Slampar dan Desa Gugul berbatasan langsung, kondisi akses jalan kedua desa jauh berbeda. Dari arah utara, jalan di Desa Larangan Slampar sudah di-hotmix. Sementara Desa Gugul kerikil berserakan.

Aspal jalan poros Desa Gugul tersebut mengelupas. Sepanjang poros jalan banyak kubangan-kubangan membahayakan. Ditambah, kerikil berserakan di antara kubangan tersebut.

Akibatnya, pengendara sering tergelincir akibat kerikil tersebut. ”Sudah biasa begitu. Sering orang jatuh di situ,” ujar Hatip, warga Desa Larangan Slampar beberapa waktu lalu.

Bagi warga, pengendara jatuh di lokasi tersebut hal lumrah. Mereka tidak bisa membantu selain menasihati pengendara agar berhati-hati. ”Bupati sekali-kali bisa lewat di sini biar tahu kondisinya,” kata pria 45 tahun tersebut, Rabu (28/8).

Jawa Pos Radar Madura pun kembali ke lokasi pada Kamis (5/9). Saat pengambilan foto akan dimulai pada siang yang terik, pengendara yang lewat selalu berkata sama. ”Sampaikan, Pak. Jalan di sini sudah lama rusak. Kapan akan diperbaiki?” celetuk pengguna jalan.

Jalan tersebut adalah akses utama dari Desa Larangan Slampar menuju Desa Gugul dan lanjut ke Desa Branta. Warga yang tidak biasa lewat, memutar arah bila hendak menuju Branta hanya karena waswas.

Selain kondisi yang rusak, akses jalan tersebut melewati lembah. Kendati tidak terlalu curam, pengendara seperti menuruni bukit. Sementara di sisi selatan, pengendara akan menaiki bukit, kendati tidak begitu terjal.

Jadi, harus ekstra hati-hati bila melewati jalan desa tersebut. Rem dan laju sepeda harus seimbang. Jika tidak, nasib nahas mengintai. ”Pernah beberapa waktu lalu, mobil pikap bawa telur, karena tidak bisa naik, telurnya tumpah semua,” terang Hatip.

Kesaksian lain disampaikan Muhammad Rakih, warga Desa Larangan Slampar yang berada dekat lokasi jalan rusak. Pada musim hujan, kata dia, air menggenang di tengah karena jalan tepat di dataran rendah. ”Sepeda sudah tidak bisa melintas,” terang pria 40 tahun tersebut.

Menurutnya, pengendara yang punya keperluan harus memutar. Sementara, jalan putar cukup jauh, jaraknya hingga dua kali lipat. Kini, warga sekitar merasa biasa. Tapi, mereka tetap berharap ada perbaikan jalan.

”Kalau tidak biasa lewat di sini, kemungkinan bisa jatuh karena tidak begitu pandai mengendarai sepeda atau mobil,” lanjut pria yang ketika dijumpai JPRM sedang mencari rumput untuk sapi-sapinya di sisi jalan yang rusak tersebut.

Harapan besar itu juga mengganggu pandangan warga kepada JPRM. Saat koran ini ke lokasi, warga mengira tukang survei dari dinas yang menangani jalan. Itulah adanya. Jalan rusak tersebut punya riwayat rusak yang begitu lama.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia