Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Biadab Residivis Narkoba Cabuli Tunawicara

Terlapor Paksa Korban Tenggak Miras

05 September 2019, 03: 23: 30 WIB | editor : Abdul Basri

MIRIS: ILW (rok merah) korban pencabulan melapor ke Unit PPA Polres Pamekasan kemarin.

MIRIS: ILW (rok merah) korban pencabulan melapor ke Unit PPA Polres Pamekasan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Hukuman penjara tidak membuat Amiruddin jera. Residivis kasus narkoba asal Dusun Tinjang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, tersebut harus kembali berurusan dengan polisi.

Pria 30 tahun itu dipolisikan atas tuduhan tindak pidana pencabulan. Korbannya adalah perempuan tunawicara berinisial ILW. Korban pencabulan itu dalam kondisi hamil 5 bulan.

M. Alfian, pendamping hukum keluarga ILW mengatakan, kejadian tersebut sekitar enam bulan lalu. Amirudin memaksa ILW meminum minuman keras (miras). Akibatnya, perempuan kelahiran 24 April itu tidak sadarkan diri.

Dalam posisi tersebut, Amiruddin melancarkan niat busuknya. Dia mencabuli perempuan tunawicara itu hingga lima kali. Sekarang perempuan kurus itu hamil lima bulan. ”Kasihan, sekarang orangnya hamil,” katanya kemarin (4/9).

Keluarga ILW tidak terima atas perlakuan residivis narkoba itu. Mereka resmi melapor ke Polres Pamekasan. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/228/IX/2019/JATIM/RES PMK.

Alfian mengatakan, polisi harus segera menindaklanjuti laporan tersebut. Terlapor harus segera diperiksa. Sebab, korban dugaan pemerkosaan itu orang berkebutuhan khusus yang seharusnya dilindungi. ”Tindak tegas pelaku pemerkosaan itu,” katanya.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan Iptu Nining mengaku belum mengetahui laporan tersebut. Tetapi, pada prinsipnya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai aturan. ”Pasti ditindaklanjuti,” tegasnya. 

 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia