Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Nasib Wisata Bahari Kamal Belum Jelas

Disbudpar Ingin Desa Berbagi Anggaran

03 September 2019, 04: 01: 39 WIB | editor : Abdul Basri

TERIK: Seorang warga berada di atas perahu yang ditambatkan di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, kemarin.

TERIK: Seorang warga berada di atas perahu yang ditambatkan di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, kemarin. (ZAINURI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Perekonomian masyarakat Kamal mati suri sejak Jembatan Suramadu dioperasikan pada 2009. Kondisi ini membuat Kepala Desa Kamal Sulistiyono berupaya memanfaatkan lokasi Pelabuhan Timur yang telah terbengkalai itu.

Sulistiyono mengatakan, pihaknya terus berusaha mengembalikan kejayaan Pelabuhan Kamal. Bahkan, sudah dilakukan uji coba menggunakan perahu melewati sisi pantai Kamal menuju bawah Jembatan Suramadu. ”Trip itu memakan waktu sekitar 2 jam pulang pergi. Dua jam perjalanan itu tidak kerasa karena suasananya asyik sekali,” terangnya.

Sulistiyono berharap dukungan Pemkab Bangkalan untuk menyukseskan program Wisata Bahari Kamal. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes) dan camat Kamal. Tinggal pengajuan proposal pembuatan Wisata Bahari Kamal kepada pemkab. ”Mudah-mudahan dengan ini perekonomian di Kamal hidup kembali,” harapnya.

Camat Kamal Akhmad Ahadiyan Hamit mengatakan, untuk membuat wisata bahari, perlu koordinasi dengan pihak angkutan sungai danau dan pelabuhan (ASDP). Sebab, wilayah tersebut berkaitan erat dengan ASDP. Karena itu, perlu izin dari ASDP biar ke depan tidak tersangkut hukum. 

”Kalau sudah dibangun, tiba-tiba ada masalah kan repot. Jadi, untuk itu, kami mengirim surat kepada pihak ASDP terkait pembuatan Wisata Bahari Kamal. Namun, sampai sekarang dari ASDP belum ada tanggapan,” terangnya.

Supervisi ASDP Kamal–Ujung Agusman mengungkapkan, selama ini pihaknya belum menerima surat dari pihak mana pun terkait wacana pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal. Namun, dia mengaku ASDP menyambut baik jika akan membuat wisata bahari.

”Kami malah menunggu ide-ide masyarakat terkait kelanjutan wacana ini. Tapi, ya itu kalau mau dibangun, yang jelas harus ada koordinasi dengan kami. Kami kan juga ada pimpinan,” jelasnya kemarin (2/9).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Mohammad Hasan Faisol menyampaikan, pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal memang sudah ada dalam rencana. Bahkan, sudah masuk target disbudpar. ”Tapi, kami masih mempertimbangkan mana yang harus didahulukan, potensi wisata alam mana yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya perlu melihat keadaan dan situasi keuangan pemkab. Sebab, pembangunan wisata bahari itu butuh anggaran besar. ”Kami juga menunggu pihak Desa Kamal. Kalau kepala desanya mau menyisihkan dana desanya untuk itu, nanti kami support. Tapi, kalau tahun ini kami tidak bisa. Mungkin tahun depan, insyaallah,” pungkas Fisol. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia