Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Berita Kota

Kurangi Volume Limbah, DLH Pamekasan 'Sulap' Popok Jadi Pot Bunga

Sehari, Sampah Yang Terkumpul 28-30 Ton

29 Agustus 2019, 16: 52: 04 WIB | editor : Haryanto

KREATIF: Staf DLH Pamekasan saat mengolah popok jadi pot bunga.

KREATIF: Staf DLH Pamekasan saat mengolah popok jadi pot bunga. (Misbahul Ulum/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Jumlah sampah yang dihasilkan warga Pamekasan cukup banyak. Buktinya, sampah yang terkumpul sekitar 28-30 ton per hari. Hal itu, merujuk data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan.

Untuk mengurangi volume sampah, DLH mengolahnya menjadi barang-barang bermanfaat. Misalnya, mengolah sampah popok menjadi pot bunga. Caranya, memadukan popok dengan pasir dan semen.

"Sampah popok ini berdampak buruk bagi lingkungan. Sebab, tergolong sebagai sampah yang sulit terurai," ujar staf Seksi Pengelolaan, Penanganan dan Pengurangan Sampah, Yunus.

MONITOR: Buyung Sebastian saat mengawasi proses pembuatan pot bunga.

MONITOR: Buyung Sebastian saat mengawasi proses pembuatan pot bunga. (Misbahul Ulum/RadarMadura.id)

Kasi Pengelolaan, Penanganan dan Pengurangan Sampah DLH Pamekasan Buyung Sebastian mengakui jika sampah yang dihasilkan sekitar 28-30 ton per hari. Itu termasuk sampah popok bayi. "Saat ini kami masih tahap percobaan dulu," katanya.

Menurutnya, limbah popok bayi sangat mengganggu masyarakat yang ada di Sungai Kalowang, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan. "Program daur ulang popok ini dimulai sejak 1 Juli 2019," paparnya. (Misbahul Ulum)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia