alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Sering Laka Laut, Sumenep Usulkan UPT Basarnas

27 Agustus 2019, 16: 09: 34 WIB | editor : Abdul Basri

GELAP: KM Satya Kencana berlabuh di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Minggu malam (25/8).

GELAP: KM Satya Kencana berlabuh di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Minggu malam (25/8). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kecelakaan laut yang kerap terjadi di perairan Sumenep perlu menjadi perhatian pemerintah. Tahun 2019 saja, kecelakaan laut tercatat terjadi tiga kali.

Kapal Motor (KM) Amin Jaya tenggelam Selasa (18/6) di sekitar perairan Gili Iyang, Kecamatan Dungkek. Korban meninggal dalam kecelakaan ini sebanyak 22 orang dan 38 korban selamat.

Lima hari lalu, Kamis (22/8), KM Santika Nusantara terbakar di perairan Masalembu yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan. Dalam kejadian tersebut tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 303 korban lainnya berhasil diselamatkan.

Beberapa hari kemudian, Minggu (25/8), dua perahu nelayan yakni Perahu Soneta dan Malindo Jaya terlibat tabrakan di perairan Masalembu. Kecelakaan laut di perairan tersebut kembali memakan korban. Dua nelayan Perahu Malindo Jaya tewas tenggelam. Sementara sebelas korban lainnya selamat.

Atas kejadian tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengaku sudah mengusulkan pembentukan UPT Badan SAR Nasional (Basarnas) di Kota Keris. Mengingat, Sumenep memiliki 126 pulau. Perinciannya, 48 pulau berpenghuni dan 70 pulau tidak berpenghuni.

Dengan demikian, kata Rahman, ancaman kecelakaan laut di perairan Sumenep lebih besar dibandingkan kabupaten lain di Madura. Selain itu, gelombang tinggi dan angin kencang kerap terjadi di perairan Sumenep. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan dunia pelayaran.

Rahman mengatakan, dengan kondisi perairan Sumenep yang sangat luas, perlu ada pembentukan perwakilan instansi yang bergerak di bidang evakuasi dan pencarian korban kecelakaan laut. Dengan begitu, ketika terjadi kecelakaan, petugas dari Basarnas bisa bergerak cepat. Sebab, jika petugas Basarnas hanya ditugaskan di Surabaya, kedatangan petugas membutuhkan waktu lama.

”Kami sudah mengusulkan. Kami juga sudah menghadap ke Basarnas perwakilan Surabaya untuk dibentuk semacam UPT,” jelasnya kemarin (26/8).

Pihaknya mengaku akan kembali menghadap ke Basarnas perwakilan Surabaya untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Usulan pembentukan UPT Basarnas di Sumenep bukan berarti diharapkan akan kembali terjadi kecelakaan laut. Tapi, sebagai bentuk antisipasi dalam percepatan penanganan.

Dia menambahkan, usulan tersebut sudah mendapat respons dari Basarnas. Hanya, pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti usulan tersebut akan disetujui atau tidak. Yang jelas, kata Rahman, keberadaan Basarnas di Sumenep sangat dibutuhkan. ”Surat kami masih dipelajari. Mudah-mudahan usulan ini bisa dikabulkan dan disetujui,” tandasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia