Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Jumlah Penumpang Lebihi Manifes

Proses Evakuasi Korban Kebakaran KM Santika Nusantara Masih Berlanjut

25 Agustus 2019, 19: 21: 36 WIB | editor : Abdul Basri

BERSYUKUR: Para korban selamat dari kebakaran KM Santika Nusantara tiba di Pelabuhan Kalianget Sumenep pada Jumat (23/8) pukul 23.30.

BERSYUKUR: Para korban selamat dari kebakaran KM Santika Nusantara tiba di Pelabuhan Kalianget Sumenep pada Jumat (23/8) pukul 23.30. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Jumlah korban kebakaran KM Santika Nusantara yang berhasil dievakuasi hingga kemarin (24/8) sudah 306 orang. Namun, angka tersebut berbeda dengan di manifes yang hanya tertulis 111 penumpang serta 51 anak buah kapal (ABK) dan penumpang lain.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, petugas dari berbagai instansi mengerahkan puluhan mobil ambulans dan kendaraan untuk mengangkut korban setiba di Pelabuhan Kalianget. Para korban diberikan perawatan dan makanan di rumah perlindungan sementara (RPS) dinas sosial (dinsos).

Untuk data lengkap, lanjut Muslimin, masih terus di-update. Untuk korban yang diperkirakan masih hilang, pihaknya belum bisa memastikan kondisi terbaru. Menurutnya, petugas berwenang sampai saat ini masih terus melakukan pencarian.

”Kami juga mengerahkan dokpol (kedokteran kepolisian) untuk memberikan penanganan medis kepada para korban,” katanya kemarin (24/8).

”Untuk jumlah korban yang melebihi manifes, nanti saja. Kami masih fokus pada penyelamatan korban,” sambungnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menerangkan, para korban yang dievakuasi ke Sumenep rata-rata tidak membawa barang-barangnya. Saat kejadian, penumpang lari berhamburan menyelamatkan diri.

kebanyakan hanya mengenakan baju yang melekat pada tubuh para korban. Barang berharga dan bawaan lainnya tertinggal di kapal yang dilalap si jago merah.

”Kami menjamin fasilitas dan bantuan seperti makanan dan obat-obatan kepada para korban selama ada di Sumenep,” terangnya.

Rahman menyebut, untuk proses evakuasi korban masih terus dilakukan. Menurutnya, proses pencarian akan terus dilakukan hingga tujuh hari dari terjadinya musibah tersebut. ”SOP dari Basarnas untuk masa pencarian yakni tujuh hari sejak kejadian. Jadi, pencarian akan terus dilakukan. Pencarian dilakukan tim Basarnas Balikpapan,” paparnya.

Soal jumlah korban yang melebihi manifes, Rahman mengaku tidak bisa berkomentar. Namun secara logika, kata dia, dari manifes 111 penumpang dan 51 anak buah kapal (ABK), sampai saat ini jumlah korban sudah melebihi.

”Kemungkinan ada penumpang yang tidak membeli tiket tapi ikut dalam kapal. Tapi kami fokus pada pelayanan saja kepada para korban. Masalah itu ada instansi yang berwenang,” ungkap Rahman.

Sementara itu, Tim Rescue Basarnas Jatim Ebtario mengutarakan, pihaknya melakukan pendataan ulang kepada para korban kebakaran KM Santika Nusantara. Untuk sementara, timnya yang ditugaskan ke Sumenep masih terus berkoordinasi dengan posko induk Basarnas Tanjung Perak, Surabaya. Termasuk berkoordinasi kemungkinan adanya korban lain yang belum dievakuasi.

”Rilis lengkapnya akan disampaikan di posko induk. Untuk upaya penyelamatan, kami juga berkomunikasi dan meminta bantuan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” ucapnya.

Saat dihubungi, Kepala Kantor UPP Masalembu Taufiqurrahman menyatakan, ada lima korban selamat yang baru sampai di Pulau Masalembu. Kelima korban sudah ditemukan sejak Jumat (23/8) oleh nelayan asal Rembang, Jawa Tengah. Korban selamat dibawa ke Pulau Keramaian, Kecamatan Masalembu. Namun, para korban baru dibawa ke Masalembu kemarin (24/8) sekitar pukul 07.00.

Sementara 50 korban selamat dan 3 orang meninggal dunia sudah dibawa ke Surabaya menggunakan KN Chundamani sekitar pukul 03.30 kemarin (24/8). Diterangkan, saat ini proses pencarian korban di perairan Masalembu dan sekitarnya masih terus dilakukan. Kapal pencari dari Basarnas yakni KN Laksmana saat ini masih terus melakukan penyisiran. Itu untuk mencari kemungkinan adanya korban lain. Selain KN Laksamana, kapal navigasi KN Masalembu juga melakukan pencarian korban.

”Belum ada informasi adanya penemuan korban baru dari hasil pencarian. Korban yang lima orang ditampung di terminal penumpang Pelabuhan Masalembu,” papar Taufiq saat dihubungi melalui saluran telepon pribadinya.

Berdasarkan informasi yang diterima lembaganya, saat ini posisi KM Santika Nusantara yang terbakar sudah menjauh sekitar 15 mil arah barat daya Pulau Masalembu. Bangkai kapal belum dilakukan evakuasi. ”Kemarin asap sudah mengecil. Belum ada informasi lebih lanjut soal kondisi kapal saat ini. Informasinya kapal akan diderek menuju Gresik, tapi tidak tahu pasti,” tukasnya.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia