Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Lepas Jabatan Ketua dengan Naik Becak

22 Agustus 2019, 14: 00: 50 WIB | editor : Abdul Basri

NYENTRIK: Mantan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma bersama istri naik becak setelah dilantik menjadi anggota DPRD Sumenep 2019–2024 di Pendapa Agung Keraton Sumenep kemarin.

NYENTRIK: Mantan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma bersama istri naik becak setelah dilantik menjadi anggota DPRD Sumenep 2019–2024 di Pendapa Agung Keraton Sumenep kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

HERMAN Dali Kusuma selalu tampil beda. Menggunakan kemeja hijau, dasi kuning, dan setelah jas hitam, dia menghadiri pelantikan DPRD Sumenep 2019–2024 dengan naik becak. Tak pelak, aksi nyentrikketua DPRD Sumenep 2014–2019menyita perhatian.

Politikus PKB itu mengaku sengaja tidak membawa kendaraan pribadi, baik mobil ataupun motor. Herman memilih alat transportasi roda tiga itu untuk mengingatkan diri jika jabatan yang didudukinya merupakan amanah rakyat.

Selain itu, sebagai tanda terima kasih kepada rakyat untuk kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi orang nomor satu di gedung parlemen selama lima tahun. Herman bersama sang istri menggunakan becak dari dari rumahnya di Jalan Arya Wiraraja, Desa Kolor, ke Pendapa Agung Keraton, Sumenep.

”Mau melihat kayuh kebersamaan. Menjaga keseimbangan. Sebelumnya selalu megah pikirannya, ada kalanya kita kembali merasakan hal-hal yang sederhana,” kata Herman.

Tidak ditunjuk kembali menjadi pimpinan wakil rakyat, dia mengaku bersyukur. Sebab, bisa lebih banyak memiliki waktu bersama keluarga. Dia berharap pimpinan DPRD Sumenep terpilih bisa menjalankan tugas lebih baik dari periode sebelumnya.

”Terima kasih kerja sama semua kolega dan teman-teman anggota DPRD Sumenep selama saya memimpin. Melepas jabatan pimpinan, sama halnya dengan pulang haji. Harapannya mabrur. Memberikan kesan baik,” ucapnya.

Hj Kusmawati, istri Herman, mengaku banyak hal berkesan selama menjadi pendamping hidup seorang ketua DPRD. Ada momen susah dan senang. Selama suami dipercaya memegang pucuk pimpinan, banyak waktu tersita untuk tugas dibandingkan bersama keluarga.

”Ketika sidang tidak sukses, emosinya kadang masih terbawa ke rumah. Jadi sebagai istri, saya harus siap menjadi pendingin,” ungkapnya.

Menurutnya, di balik kesuksesan suami, ada peran istri di belakangnya. Maka dari itu, dia tetap setia mendampingi Herman di saat suka dan duka. ”Agar bisa melaksanakan tugas negara dan amanah rakyat dengan baik,” tandasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia