Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Suami ke Malaysia, Istri Lahirkan Bayi Kembar Tiga

22 Agustus 2019, 13: 50: 23 WIB | editor : Abdul Basri

ANUGERAH: Maryamah (kiri) bersama tiga bayi kembarnya di RSUD Syamrabu siap-siap pulang ke rumahnya di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan, kemarin.

ANUGERAH: Maryamah (kiri) bersama tiga bayi kembarnya di RSUD Syamrabu siap-siap pulang ke rumahnya di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan, kemarin. (DAFIR FALAH//RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Maryamah tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas karunia yang diberikan Tuhan. Istri Samsul Arifin itu melahirkan bayi kembar tiga.

Tiga bayi pasangan suami istri asal Dusun Maleh, Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan, itu lahir Sabtu (10/8). Ibu dan ketiga bayinya diperbolehkan pulang dari RSUD Syamrabu kemarin (21/8). Meski lahir prematur, kondisi tiga bayi semakin baik. Tetapi, tetap perlu dilakukan kontrol.

Saat proses melahirkan, Maryamah, 30, tidak ditemani sang suami. Sebab, Samsul Arifin, 30, baru satu bulan merantau ke Malaysia mencari nafkah sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

Tiga bayi itu, dua berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan. Mereka diberi nama Faizurrohman, Hafizurrohman, dan Najwa Hafiza. Keluarga Maryamah berharap ketiganya jadi penghafal Alquran. Mereka lahir melalui operasi Caesar pada umur kandungan 32 minggu atau 8 bulan.

Maryamah mengutarakan, saat proses kelahiran tidak ditemani suami. Sebab, suami baru satu bulan merantau ke Malaysia. Namun, saat itu dia dibantu keluarga besar. ”Suami ada di Malaysia. Nggak mungkin pulang. Karena baru berangkat,” kata dia.

Awalnya Maryamah tidak menyangka bakal punya bayi kembar tiga. Sebab, hasil enam kali tes ultrasonografi (USG) kembar dua. ”Tapi tidak tahunya tiga sekaligus. Senang karena ini pemberian Sang Pencipta,” ujarnya.

Dia ingin kelak tiga bayi kembarnya jadi penghafal Alquran dan berbakti kepada orang tua. ”Makanya dikasih nama begitu,” tuturnya.

Dokter Spesialis Anak Shirley Ferlina mengatakan, kali pertama bayi kembar tiga dalam keadaan hidup. Biasanya kalau lebih dari dua pasti ada salah satu tidak tertolong. ”Berkat kuasa Tuhan, ketiganya hidup. Tapi kondisinya prematur dan berat bayi lahir rendah,” terangnya.

Alumnus Unair Surabaya itu mengatakan, berat badan ketiga bayi kembar itu masing-masing berkisar 1.000 hingga 1.500 gram. Jenis kelaminnya, dua laki-laki dan satu perempuan. ”Pertama lahir kondisinya memang tidak bagus-bagus amat karena memang prematur,” jelasnya.

Tetapi, lanjut dia, untuk cacat fisik sejauh ini belum terlihat. Hanya, ketika lahir harus dibantu alat pernapasan berupa neonatal intensive care unit (NICU). ”Untungnya rumah sakit di sini sudah ada dan tidak perlu dirujuk ke Surabaya. Kemudian, pihak keluarga juga tidak mau,” paparnya ketika ditemui di RSUD Syamrabu.

Dokter asal Surabaya itu menyampaikan, bayi kembar itu memang berisiko. Apalagi hingga lebih dari dua. Risikonya bisa prematur, berat badan lahir rendah, gagal tumbuh, anomali kongenital, dan twin to twin transfusion syndrome. ”Untungnya bayi kembar tiga ini hanya prematur dan berat badan lahir rendah,” sebutnya.

Shirley mengatakan, bayi lahir prematur itu organ-organ tubuh belum matang. Tidak bisa bernapas seperti bayi lahir pada umumnya. Kemudian, saat pemberian minum bergejolak. Sebab, aliran darahnya belum normal.

”Tapi sekarang mulai membaik. Jadi bisa dibawa pulang. Sekarang anaknya juga bisa minum. Saluran pencernaan tidak ada kendala,” katanya.

Plt Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani mengatakan, biaya persalinan Maryamah ditanggung Pemkab Bangkalan. Sebab, dia berasal dari keluarga tidak mampu. ”Ada program biakes maskin (pembiayaan kesehatan masyarakat miskin). Gratis dari pemda,” jelasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia