Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Terpukul, Keluarga Berharap Fatimah Segera Pulang ke Sumenep

Kaget Imam Musthofa Serang Mapolsek Wonokromo

19 Agustus 2019, 14: 55: 37 WIB | editor : Haryanto

SEDIH: Zahrotun saat ditemui di rumahnya yang terletak di Desa Talaga.

SEDIH: Zahrotun saat ditemui di rumahnya yang terletak di Desa Talaga. (Rofiqi/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Tim Densus 88 Mabes Polri hingga kini masih mengusut kasus penyerangan Mapolsek Wonokromo, Sabtu lalu (17/8). Nama Desa Talaga, Kecamatan Ganding pun viral gegara tersangka penyerangan yaitu Imam Musthofa berasal dari desa tersebut.

Gegara aksi nekat Imam Musthofa, orang terdekatnya pun harus berurusan dengan polisi. Buktinya, Fatimah (istri Imam Musthofa, Red) harus menjalani pemeriksaan di kantor kepolisian. Bahkan, anak-anaknya pun diamankan aparat.

Orang tua Imam Musthofa belum bisa dimintai keterangan karena sedang menunaikan ibadah di Mekah. Sementara orang tua Fatimah, tidak ada di rumah. Seperti di pemberitaan sebelumnya, kerabat menyatakan orang tua Fatimah menyiram tembakau.

Zahrotun, kakak kandung Fatimah mengaku sangat kaget dan terpukul dengan kejadian tersebut. "Saya tidak percaya Imam Musthofa yang dikenal pendiam melakukan hal yang tidak terduga. Saya kasihan dengan adik saya (Fatimah, Red),” katanya.

Kepada RadarMadura.id, Zahrotun dan keluarganya menginginkan Fatimah pulang dan kembali berkumpul di rumah. “Jika nanti pulang, saya tidak akan membiarkan dia merantau, biar mencari nafkah di sini (Sumenep, Red) saja,” imbuhnya.

Saat ditanya perilaku adiknya, Zahrotun menuturkan selama ini tidak menjumpai hal yang aneh. “Perilaku dan penampilan dia  (Fatimah, Red) biasa saja. Kalau bepergian, memang biasa mengenakan masker,” papar wanita 32 tahun itu.

Perlu diketahui, suasana Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) sekitar pukul 16.00 geger. Anggota piket yaitu Aiptu Agus Sumarsono dan Briptu Febian diserang orang tidak dikenal (belakangan diidentifikasi bernama Imam Musthofa, Red).

Akibatnya, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka parah di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Sementara Briptu Febian selamat. Imam Musthofa berhasil ditangkap. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani Densus 88 Mabes Polri.

Berdasar hasil penyelidikan polisi sementara, Imam Musthofa diduga terpapar paham radikal yang berafiliasi dengan ISIS. Itu dilakukan Imam Musthofa secara otodidak lewat media sosial. Bersumber dari internet.

Dari tangan Imam Musthofa, ada beberapa Barang Bukti (BB) yang disita polisi. Selain pisau dan sabit, polisi juga menyita ketapel, soft gun dan perlengkapan mandi yang disimpan di ransel warna hitam. Termasuk, dua lembar kertas berlogo bendera ISIS. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia