Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kerabat: Istri Imam Musthofa Lulusan Pesantren dan Tidak Bercadar

18 Agustus 2019, 21: 49: 04 WIB | editor : Haryanto

SEDANG KELUAR: Warga berkumpul di rumah orang tua Fatimah di Desa Talaga.

SEDANG KELUAR: Warga berkumpul di rumah orang tua Fatimah di Desa Talaga. (Rofiqi/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Beberapa saat setelah melakukan penyerangan ke Mapolsek Wonokromo, polisi memang berhasil menangkap Imam Musthofa. Pria 31 tahun asal Desa Talaga, Kecamatan Ganding itu dilumpuhkan dengan timah panas.

Saat digeledah, beberapa barang bawaan Imam Musthofa disita polisi. Selain pisau dan sabit, polisi juga menyita ketapel, soft gun dan perlengkapan mandi yang disimpan di ransel warna hitam. Termasuk, dua lembar kertas berlogo ISIS.

Gegara aksi nekat Imam Musthofa, keluarganya dimintai keterangan polisi. Buktinya, Fatimah (istri Imam Musthofa, Red) diperiksa polisi. Bahkan, anak-anaknya pun dibawa ke Mapolda Jawa Timur. Kasus ini ditangani Densus 88 Mabes Polri.

Lalu bagaimana komentar orang terdekat mengenai sosok Fatimah?. MD, warga yang huniannya cukup dekat dengan rumah orang tua Fatimah menyatakan tidak ada yang aneh. "Dia (Fatimah, Red) alumni salah satu pesantren di Kecamatan Ganding," katanya.

MD mengaku sesekali bertemu karena Fatimah jarang pulang. "Kalau pakaiannya tertutup wajar. Jika ada yang beranggapan bercadar identik dengan paham radikal, itu keliru. Fatimah tidak bercadar. Hanya pakai masker saat mengendarai motor,” tegasnya.

Saat RadarMadura.id mendatangi kediaman orang tua Fatimah di Dusun Karang Jati, sang empu tidak di tempat. "Saya nggak tahu kemana mereka (Bapak dan Ibunda Fatimah, Red). Mungkin nyiram tembakau,” papar MD yang juga kerabat Fatimah.

Perlu diketahui, suasana Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) sekitar pukul 16.00 geger. Anggota piket yaitu Aiptu Agus Sumarsono dan Briptu Febian diserang orang tidak dikenal (belakangan diidentifikasi bernama Imam Musthofa, Red).

Akibatnya, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka parah di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Sementara Briptu Febian selamat. Imam Musthofa berhasil ditangkap. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani Densus 88 Mabes Polri.

Berdasar hasil penyelidikan polisi sementara, Imam Musthofa diduga terpapar paham radikal yang berafiliasi dengan ISIS. Itu dilakukan Imam Musthofa secara otodidak lewat media sosial. Bersumber dari internet. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia