Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Imam Musthofa Serang Mapolsek Wonokromo, Begini Komentar Pamannya

18 Agustus 2019, 16: 44: 49 WIB | editor : Haryanto

PENDIAM: Tersangka penyerang Mapolsek Wonokromo, Imam Musthofa.

PENDIAM: Tersangka penyerang Mapolsek Wonokromo, Imam Musthofa. (Istimewa)

Share this      

SUMENEP – Insiden penyerangan Mapolsek Wonokromo yang dilakukan Imam Musthofa mengejutkan publik dan viral. Bahkan, pesan berantai di medsos sampai juga ke kampung halaman di Dusun Karang Jati, Desa Talaga, Kecamatan Ganding.

Abd Hadi, mantan Kepala Desa Talaga mengakui jika Imam Musthofa merupakan warga Talaga. Dikatakan, Imam (sapaan akrab Imam Musthofa, Red) merupakan sosok yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Dulu saat sekolah Aliyah, dia (Imam Musthofa, Red) sambil mondok di Prenduan. Setelah selesai mondok, menikah dengan Fatimah dan merantau ke Surabaya. Kabarnya pernah jadi satpam lalu berhenti. Terakhir memilih jadi juru parkir,” ujarnya.

RAMAH: Kerabat Imam Musthofa (kanan) berbincang dengan RadarMadura.id

RAMAH: Kerabat Imam Musthofa (kanan) berbincang dengan RadarMadura.id (Maskiyatun for RadarMadura.id)

Hosnan, paman Imam membenarkan keterangan Abd Hadi. Setelah menikah dan merantau ke Surabaya, Imam jarang pulang. Kalau kebetulan pulang juga sebentar. “Terakhir pulang, beberapa minggu lalu karena mengantar bapak dan ibunya berangkat haji,” katanya.

Dijelaskan, Imam sosok yang lembut dan sering salat berjamaah di masjid. “Dia (Imam Musthofa, Red) orang baik. Sebagai pamannya, tidak percaya keponakan saya melakukan itu (penyerangan Mapolsek Wonokromo, Red),” imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan orang tuanya? Apakah sudah mendengar kabar? Kepada RadarMadura.id, Hosnan mengaku belum menginformasikan kepada bapak dan ibunya Imam Musthofa. “Mereka masih di Arab Saudi dan belum diberitahu,” pungkasnya.

Sekadar mmengingatkan, suasana Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) sekitar pukul 16.00 geger. Sebab, anggota yang piket yaitu Aiptu Agus Sumarsono dan Briptu Febian diserang oleh orang tidak dikenal (belakangan diidentifikasi bernama Imam Musthofa, Red).

Akibatnya, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka parah di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Sementara Briptu Febian berhasil menyelamatkan diri. Imam Musthofa berhasil ditangkap. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani Densus 88 Mabes Polri. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia