Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngeri! Peredaran Narkoba Ternyata Dikendalikan Penghuni Lapas Porong

Tahan 2 Kurir, Polisi Sita Ratusan Gram SS

16 Agustus 2019, 10: 56: 06 WIB | editor : Haryanto

Fajar dan Salamin (kiri) difoto polisi sebelum disel pada Senin lalu (12/8 ).

Fajar dan Salamin (kiri) difoto polisi sebelum disel pada Senin lalu (12/8 ). (Humas Polres Bangkalan for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Satresnarkoba Polres Bangkalan berhasil mengungkap peredaran Sabu-Sabu (SS) yang dikendalikan penghuni Lapas Porong, Sidoarjo. Fakta itu terungkap, usai polisi menangkap Rahmad Fajar Suhaeymi (19) dan Salamin (24).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menuturkan, Fajar dan Salamin ditangkap setelah anggota satresnarkoba melakukan penyamaran. "Fajar dan Salamin ditangkap Senin lalu (12/8). Keduanya warga Gladak Anyar, Pamekasan," ujarnya.

Menurut Suyitno, semula Fajar diperintah Jefri Setiawan Rajab (ayahnya, Red) mengantar pesanan SS ke rumah Haji Baqir. Saat ini, Jefri menjalani hukuman di Lapas Klas I Porong, Sidoarjo. Fajar lalu mengajak Salamin naik motor mengantar pesanan ke rumah Haji Baqir.

SITAAN: BB SS yang diamankan polisi dari Fajar dan Salamin.

SITAAN: BB SS yang diamankan polisi dari Fajar dan Salamin. (Humas Polres Bangkalan for RadarMadura.id)

"Sekitar pukul 02.00, Fajar dan Salamin tiba rumah Haji Baqir di Kampung Pesalakan, Kemayoran. Polisi langsung menyergap dan menggeledah keduanya. Hasilnya, ditemukan Barang Bukti (BB) SS seberat 101,77 gram dan 101,74 gram. Termasuk bong, timbangan digital dan sendok," imbuhnya.

Dijelaskan, Fajar mengaku mendapatkan SS dari warga Kecamatan Sokobanah, Sampang berinisial R. Polisi lalu menggeledah rumah R di Sokobanah. Tapi, rumahnya dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan narkoba. "R sudah kami tetapkan sebagai DPO," tegasnya.

Suyitno menambahkan, kedua tersangka dijerat pasal berlapis tentang narkoba. "Saat ini, satresnarkoba sedang mendalami keterangan kedua tersangka. Polisi akan menindaklanjuti kasus ini untuk mengetahui dugaan keterlibatan pihak lain," pungkasnya. (Chitrani Nurindraty)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia