Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Hendak Edarkan 7.800 Rokok Ilegal, Warga Sumenep Disergap Polisi

14 Agustus 2019, 07: 34: 39 WIB | editor : Haryanto

ILEGAL: Polisi mengeluarkan rokok tanpa cukai di Mapolres Sumenep.

ILEGAL: Polisi mengeluarkan rokok tanpa cukai di Mapolres Sumenep. (Polres Sumenep for RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Tim gabungan dari Polsek Lenteng, Ganding dan Polsek Guluk Guluk berhasil menangkap seorang pengedar rokok tanpa bea cukai (ilegal). Penyergapan dilakukan, saat pelaki hendak didistribusikan ke beberapa daerah di Sumenep.

Berdasar informasi yang dihimpun RadarMadura.id, pengedar rokok ilegal tersebut bernama Moh Farid (25), warga Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk. Penangkapan tersebut dilakukan tim gabungan setelah menerima informasi warga.

“Tim mendapati tersangka mengendarai mobil berisi rokok tanpa pita cukai di Kecamatan Lenteng, Sabtu (3/8) sekitar pukul 22.00. Kemudian tersangka dan BB diserahkan ke Satreskrim Polres Sumenep,” kata Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego S Marwoto.

Tego menambahkan, ada beberapa Barang Bukti (BB) yang diamankan polisi. Rinciannya satu HP, mobil bernopol M 1357 VD, dan 7.800 bungkus rokok. Ribuan rokok itu bermerek Dalil dan Grand Max. “Motif tersangka mencari untung,” imbuhnya.

Dijelaskan, tersangka terancam pidana hukuman maksimal lima tahun penjara. "Sebab, melanggar pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai," pungkasnya. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia