Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dihadang dan Dibacok OTD di Tengah Jalan, 2 Pemotor di Bangkalan Tewas

08 Agustus 2019, 08: 10: 38 WIB | editor : Haryanto

TAK BERNYAWA: Polisi saat melakukan olah TKP pada Selasa (6/8) sekitar pukul 19.30.

TAK BERNYAWA: Polisi saat melakukan olah TKP pada Selasa (6/8) sekitar pukul 19.30. (Humas Polres Bangkalan for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Warga Desa Tona'an, Kecamatan Burneh digegerkan aksi penganiayaan yang dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTD), Selasa malam (7/8). Akibatnya, dua pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Berdasar informasi yang dihimpun RadarMadura.id, kedua korban berdomisili di kecamatan yang berbeda. Rinciannya Farida berasal dari Desa Pandan Lanjeng, Kecamatan Arosbaya. Lalu Sinol dari Desa Perreng, Kecamatan Burneh.

Informasinya, kedua korban sebelum dibacok mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam dari arah barat ke timur. Sesampai di Jalan Raya Binoh, korban dihadang OTD yang membekali diri dengan Senjata Tajam (Sajam).

Saat itu juga, pelaku menyabetkan sajamnya ke Sinol. Akibatnya, Sinol mengalami luka bacok pada kaki kiri, leher dan wajah. Karena luka sabetannya cukup parah, pria berusia 30 tahun itu meninggal dunia.

Farida sebenarnya sempat melarikan diri ke area persawahan. Tapi, berhasil dikejar oleh pelaku. Saat itu juga, pelaku menyabetkan sajamnya ke paha kiri dan leher. Perempuan berusia 25 tahun itu pun meninggal dunia.

Kasus ini masih diselidiki aparat penegak hukum. Sejumlah warga pun dimintai keterangan. Karena itu, polisi belum bisa menyebut apa motif kasus penganiayaan tersebut. Tapi tersiar kabar, pemicunya karena perselingkuhan.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu mengakui jika polisi sudah mendapat informasi awal dari orang tua Farida. "Saat ini, Farida dan suaminya dalam proses cerai. Tinggal menunggu surat cerai," terangnya. (Chitrani Nurindraty)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia