Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

25 Sekolah di Sumenep Belum Perpanjang Ijin Operasional, Ini Sanksinya

08 Agustus 2019, 06: 11: 30 WIB | editor : Haryanto

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur di Sumenep - Sugiono Eksantoso.

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur di Sumenep - Sugiono Eksantoso. (Rofiqi/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Tidak sedikit sekolah di naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang mengalami masalah dalam ijin operasional. Selain melanggar peraturan, hal itu juga dapat berimbas pada hak penerimaan bantuan.

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur di Sumenep Sugiono Eksantoso mengatakan, jika sekolah tidak memperpanjang ijin operasional, maka tidak berhak mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Termasuk bantuan lain seperti tistas. Sekolah, ‘ilegal’ tersebut juga tidak berhak melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Saya sudah menekankan, jika dalam waktu tiga bulan masih ada sekolah yang ‘ilegal’, saya tidak bertanggungjawab jika nanti diblokir,” ujarnya.

Menurutnya, dari 165 sekolah di naungan disdik, sekitar 25 sekolah habis ijin operasionalnya. “Ada yang satu tahun, bahkan ada yang sudah dua tahun setengah sekolah tersebut tidak memperpanjang ijin,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada beberapa hal yang membuat sekolah tersebut malas mengurus perijinan. Diantaranya minimnya murid dan ada yang mengaku dipersulit. Ada juga keberatan karena biaya memperpanjang ijin sekitar Rp 15 juta.

“Padahal, memperpanjang ijin sekolah itu tidak dipungut biaya alias gratis. Kalau ada oknum yang melakukan Pungutan Liar (Pungli), segera laporkan ke saya,” Pungkasnya. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia