Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Mbah Moen Tutup Usia, Kemenag Sampang Anjurkan Lakukan Salat Gaib

07 Agustus 2019, 06: 46: 48 WIB | editor : Haryanto

AKRAB: Kepala Kemenag Sampang (kanan) saat ditemui di kantornya.

AKRAB: Kepala Kemenag Sampang (kanan) saat ditemui di kantornya. (Moh Iqbal/RadarMadura id)

Share this      

SAMPANG  - Pasca tersiar berita duka wafatnya ulama sepuh kharismatik KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, ucapan belasungkawa terus mengalir. Salah satunya, dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang.

Kepala Kemenag Sampang H Pardi mengaku kaget dan tidak percaya Mustasyar PBNU itu berpulang ke Sang Khaliq. "Tentu, kami merasa kehilangan sosok ulama kharismatik seperti beliau," katanya.

Menurutnya, untuk menghormati dan mendo'akan almarhum, institusinya membuat surat edaran kepada semua Kepala Urusan Agama (KUA) dan Kepala MI/MTs/MA se Kabupaten Sampang.

DIHORMATI: Mbah Moen dalam sebuah kesempatan.

DIHORMATI: Mbah Moen dalam sebuah kesempatan. (Istimewa)

"Termasuk juga kepada Kepala Madrasah Diniyah, Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Sampang," lanjutnya.

Dijelaskan, dalam surat edaran bernomor B-1604/Kk.13.21/1/Hm.00/08/2019 itu, kemenag menghimbau menggelar salat gaib. "Surat disebar Selasa pagi (6/8). Itu kami lakukan karena beliau (Mbah Moen, Red) guru kita semua," jelas Pardi.

Perlu diketahui, Mbah Moen berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Sebelum menghembuskan nafas, sempat dirawat di Rumah Sakit An-Nur Jabbal Tsur Mekkah. Tapi sekira pukul 04:17, Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang itu wafat. (Moh Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia