Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum ASN Kemenag Sumenep Dilaporkan Ke Polda Jawa Timur Gara-Gara Ini

06 Agustus 2019, 10: 14: 07 WIB | editor : Haryanto

BUKTI LENGKAP: Pengacara membuat rilis yang dialami kliennya.

BUKTI LENGKAP: Pengacara membuat rilis yang dialami kliennya. (Istimewa)

Share this      

SUMENEP – Tohet, oknum ASN di kantor Kemenag Sumenep dilaporkan ke Polda Jawa Timur. Sebab, diduga memalsu tanda tangan Indriyani (mantan istrinya, Red) untuk memuluskan jalannya sidang gugatan cerai 2018 lalu.

Indriyani bersama Ach Supyadi (lawyernya, Red) mengaku melaporkan Tohet ke Polda Jawa Timur demi mendapat keadilan. “Saya baru tahu saat sidang cerai tahun lalu memiliki kuasa hukum dan perkaranya tiba-tiba selesai,” katanya.

Menurutnya, kasus itu terungkap setelah ditelefon Moh Iskandar. Intinya, ditemukan surat kuasa yang mencantumkan tanda tangannya. Padahal, Indriyani mengaku tidak pernah melakukan hal itu.

Dua hari berselang (17/7), Indriyani ditelefon seseorang yang mengaku bernama Kifli. “Saya dipaksa mengakui jika yang tanda tangan di surat kuasa itu adalah saya,” kata Indriyani.

Dijelaskan, pihaknya dirugikan atas perbuatan Tohet. Apalagi, dua anaknya tidak diberi nafkah. “Saya laporkan kasus ini ke polisi karena mantan suami tidak mau bertanggungjawab,” tegasnya.

Tohet saat dikonfirmasi RadarMadura.id enggan berkomentar. “Nanti hubungi lagi,” katanya. Ketika dihubungi kembali, warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang itu tidak merespon.

Berdasar informasi yang dihimpun RadarMadura.id, Indriyani tidak hanya melaporkan Tohet. Tapi, juga mempolisikan Kifli. Konon, Kifli merupakan tetangga desa Tohet tapi beda dusun. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia