Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bupati Segera Resmikan Taman Pendidikan Mangrove

Ikon Wisata Alam di Pesisir Pantai Utara

30 Juli 2019, 13: 52: 48 WIB | editor : Abdul Basri

DESTINASI WISATA BARU: Taman Pendidikan Mangrove (TPM) di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, cukup memukau.

DESTINASI WISATA BARU: Taman Pendidikan Mangrove (TPM) di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, cukup memukau. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kamis (1/8) Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bakal meresmikan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu. Itu dibangun untuk menjawab tingginya harapan masyarakat agar ada wisata alam menakjubkan di pesisir pantai utara Bangkalan.

”TPM merupakan destinasi wisata alam pesisir yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bangkalan,” kata Ra Latif, panggilan akrab Abdul Latif Amin Imron, ketika dihubungi Jawa Pos Radar Madura.

Selain menjadi tujuan wisata alam pesisir, sambungnya, TPM sering dijadikan kawasan penelitian oleh mahasiswa di Indonesia untuk melengkapi kebutuhan tugas akhir. ”Banyak ragam mangrove yang tumbuh di TPM. Di sana juga tersedia camping ground yang cukup luas dan sangat representatif,” jelas orang nomor satu di Pemkab Bangkalan ini.

R. Abdul Latif Amin Imron  Bupati Bangkalan.

R. Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Sebelum TPM dibuka, bupati Bangkalan menugaskan pejabat dari instansi terkait untuk melakukan persiapan. Muspika Sepulu dan sejumlah tokoh masyarakat menggelar musyawarah yang ditutup dengan acara syukuran di Saung TPM Selasa (23/7).

Untuk diketahui, sebelum menjadi lokasi wisata, ekosistem pesisir di Desa Labuhan mengalami kerusakan sejak dibukanya tambak udang windu pada 1990-an. Hutan mangrove yang tumbuh lebat hilang. Akibatnya, terjadi abrasi pantai yang sangat serius. Sumur warga menjadi asin dan produksi perikanan –baik budi daya maupun tangkap– menurun.

Namun pada 2013, masyarakat yang diprakarsai Kelompok Tani Mangrove Cemara Sejahtera bersama Pemkab Bangkalan, PHE WMO, dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan penghijauan. Upaya yang dilakukan yaitu penanaman 10 ribu mangrove dan cemara laut.

Kader Lingkungan Desa Labuhan Moh. Syahril menyatakan, mangrove di TPM terdiri atas berbagai jenis. Di antaranya, sonneratia alba (prapat), rizhophora stylosa, stenggi, rhizophora apiculata, sonneratia alba, rhizophora mucronata, ceriops tagal, avicennia marina, hingga cemara casuarina.

”Sebaran lahan yang ditanam kurang lebih 8 hektare. TPM kebanggaan masyarakat Bangkalan ini telah menjadi kawasan konservasi di bawah pengawasan Badan Pengelola Hutan Mangrove (BPHM) Wilayah I Bali,” tuturnya.

Syahril menambahkan, setelah pesisir Desa Labuhan hijau kembali, dampak positifnya sangat terasa. Lebih dari 2.000 burung beragam jenis singgah karena pengaruh siklus tahunan. Fenomena tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Burung-burung migran bergerak untuk menghindari musim dingin dan singgah ke belahan bumi lain yang masih hangat.

General Manager PHE WMO Ani Surahman mengungkapkan, sebenarnya upaya menjaga keseimbangan ekologi di TPM telah dilakukan sejak 2014. ”Tiga tahun kemudian atau tepatnya 2017, program tersebut selesai. TPM sudah eksis dan sudah ada kemandirian,” terangnya.

Terjaganya keseimbangan ekologi di kawasan konservasi TPM akhirnya menarik perhatian ribuan burung migran. Beberapa di antaranya berasal dari Alaska dan Rusia. Seperti Gajahan dan Terik Asia.

Ani menjelaskan, para pengunjung bisa mengakses seluruh TPM dengan meniti geledak kayu sepanjang 350 meter yang sengaja dibangun membelah hutan mangrove.
Di geladak tersebut, pengunjung bisa melihat langsung ragam mangrove dan burung-burung migran yang transit.

”Di ujung geladak dibangun tower setinggi 10 meter yang akan dijadikan pemantau burung-burung migran,” jelasnya.

Dia menambahkan, kemandirian dan terjaganya keseimbangan ekologi yang telah tercipta di TPM diharapkan mampu dipertahankan dan dilestarikan. ”Saat ini PHE WMO hanya mem-back up dalam pembukaan TPM. Tahap selanjutnya, dilakukan program lanjutan replikasi wilayah pantai timur ke wilayah barat,” pungkasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia