Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Siapkan Pengganti Rojiun Pemkab Tak Beri Bantuan Hukum

29 Juli 2019, 14: 36: 05 WIB | editor : Abdul Basri

Harunur Rosyid  Kabag Hukum Setkab Sampang.

Harunur Rosyid Kabag Hukum Setkab Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Proses hukum kasus penarikan fee proyek RKB SDN Banyuanyar 2, Sampang, terus berjalan. Di sisi lain, Pemkab Sampang juga mulai menyiapkan pengganti Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi. Sebab, setelah ditetapkan tersangka, mereka langsung ditahan.

Kabag Hukum Setkab Sampang Harunur Rosyid mengatakan, perlindungan dan pendampingan serta bantuan hukum diberikan kepada aparat sipil negara (ASN) yang terjerat hukum saat melaksanakan tugas. Hal itu berdasarkan UU 5/2014 tentang ASN.

Pasal 21 huruf d dan pasal 22 huruf c serta pasal 92 ayat (1) huruf d dan pasal 106 ayat (1) huruf e ayat (3) menjelaskan bantuan hukum sebagaimana dimaksud pada pasal 106 ayat (1) huruf e yaitu bantuan hukum dalam perkara yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya.

”ASN yang terbukti terlibat dalam kasus tindak pidana khusus tidak berhak memperoleh bantuan hukum. Termasuk di dalamnya korupsi ini,” ungkapnya kemarin (28/7).

Tindakan dua pegawai disdik itu dipastikan di luar kedinasan. Dengan demikian, Pemkab Sampang tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi. ”Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Kami tidak akan mengintervensi terkait kasus yang menimpa dua pegawai disdik itu,” paparnya.

Kabid Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Arif Lukman Hidayat menyatakan, pengganti dua pegawai itu saat ini dalam proses. Namun, sampai sekarang belum ditentukan penggantinya. ”Sanksi disiplin dari kepegawaian pasti ada. Kami juga menunggu hasil dan putusan pengadilan atas kasusnya,” paparnya.

Kasi Sarpras Pembinaan SD Disdik Sampang Ach. Rojiun dan stafnya, Moh. Edi Wahyudi, ditangkap di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, pukul 09.00 Rabu (24/7). Penangkapan dilakukan karena keduanya diduga meminta fee proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Banyuanyar 2.

Sekolah tersebut tahun ini memperoleh anggaran dari APBN Rp 1,4 miliar untuk pembangunan RKB. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap tak lama setelah keluar dari SDN Banyuanyar 2 menggunakan mobil CRV hitam AG 1939 YG. Setelah ruangan digeledah, tim kejari menemukan uang tunai Rp 75 juta.

Barang bukti lain berupa buku yang di dalamnya diduga berisi catatan daftar sekolah yang dimintai fee. Tak hanya itu, tiga buku tabungan BCA dan BNI atas nama Ach. Rojiun dan buku tabungan BRI atas nama orang lain. Buku rekening yang berhasil diamankan berisi uang ratusan juta. Uang tersebut diduga hasil penarikan fee proyek dari beberapa sekolah di Sampang.

Setelah menjalani pemeriksaan, Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Tim kejari juga menyita lima stempel rekanan di ruangan Rojiun. Pihak pemberi fee belum ditangkap hingga saat ini. 

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia