Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Features

Dwi Oktaviany Sugiarto Raih Medali Emas Tenis Meja Porprov VI Jatim

Berlatih Total untuk Banggakan Orang Tua

28 Juli 2019, 15: 31: 39 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Dwi Oktaviany Sugiarto menunjukkan medali emas pada Porprov VI Jatim.

MEMBANGGAKAN: Dwi Oktaviany Sugiarto menunjukkan medali emas pada Porprov VI Jatim. (FAWAID FOR RadarMadura.id)

Share this      

Cabang olahraga tenis meja berjaya di Porprov VI Jatim. Medali emas berhasil diboyong ke Pamekasan.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

PAMEKASAN memiliki atlet tenis meja potensial yang luar biasa. Sejumlah prestasi mulai tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional dikoleksi. Dia adalah Dwi Oktaviany Sugiarto.

Dara kelarihan 2004 itu biasa dipanggil Vita. Di kalangan atlet, nama tersebut tidak asing. Bahkan, dia salah satu atlet kebanggan warga Kota Gerbang Salam. Sejumlah puncak prestasi berhasil diraih.

Awal bulan lalu, Vita berhasil meraih juara pertama pada Batam Open Internasional. Kejuaraan yang digelar di Kepulauan Riau itu diikuti sejumlah negara. Di antaranya, Malaysia dan Singapura.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Vita mengaku senang olahraga tenis meja sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Kemudian, fokus berlatih pada kelas SDN Barurambat Kota 1.

Sejak SD, dia mengoleksi sejumlah juara. Bahkan, pada kelas IV SD, putri kesayangan M. Sugiarto dan Sudarti Ningsih itu berhasil meraih juara pertama tingkat nasional. Kejuaraan tersebut digelar di Semarang.

Vita menggeluti tenis meja atas dukungan penuh dari sang ayah. Ayahnya atlet tenis meja berprestasi. Sejumlah prestasi tingkat provinsi berhasil diraih. ”Ayah saya atlet pingpong juga,” katanya kemarin (26/7).

Perjuangan orang tuanya mengantarkan siswa kelas XI SMA Ragunan Sport School Indonesia, Jakarta Selatan, itu sangat luar biasa. Pada waktu SD, Vita mengikuti les privat di Surabaya.

Ayahnya dengan semangat mengantarkan pulang pergi mengendarai motor. Pernah Vita dan ayahnya menunggu kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, hingga Subuh. Sebab, pada waktu itu belum ada Jembatan Suramadu.

Barang-barang berharga milik orang tuanya dijual demi mengikutkan Vita les privat tenis meja. Bagi orang tuanya, kesuksesan anak jauh lebih berharga daripada harta benda. ”Dukungan orang tua sangat besar,” katanya.

Vita tidak mau menyia-nyiakan semangat orang tua. Dia berlatih keras demi membanggakan orang yang dicintai itu. Alhasil, segudang prestasi diraih. Beberapa waktu lalu, dia mendapat medali emas pada Porprov VI Jatim.

Dara yang ulang tahun setiap 29 Oktober itu mengatakan, kunci kesuksesan adalah doa orang tua. Tanpa doa dan dukungan dari kedua orang tuanya, dia yakin tidak akan mampu meraih prestasi.

Selain doa dan dukungan orang tua, disiplin latihan serta menghindari makanan yang dilarang seperti cabai dan makanan kecut dilakukan. Dengan demikan, stamina serta strategi bertanding dikuasai.

Remaja tiga bersaudara itu berjanji akan terus berlatih keras demi menggapai prestasi yang lebih tinggi. Semangat orang tuanya yang begitu menggebu membuat dia pantang putus asa. ”Semangat terus untuk latihan,” katanya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pamekasan Muhammad Kuswadi mengatakan, semangat orang tua Vita luar biasa. Waktu, tenaga, dan finansial dikeluarkan penuh demi anaknya berprestasi. ”Dukungan dari orang tua itu sangat penting,” tandasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia