Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Atlet Taekwondo Madura Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim (4-Habis)

Dukungan Orang Tua Menjadi Energi Super Power

27 Juli 2019, 14: 22: 05 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Raja Dewantara Putra bersama Ayu Septia Ningrum menerima medali emas pada Porprov VI Jatim beberapa waktu lalu.

MEMBANGGAKAN: Raja Dewantara Putra bersama Ayu Septia Ningrum menerima medali emas pada Porprov VI Jatim beberapa waktu lalu. (AYU SEPTIA NINGRUM FOR RadarMadura.id)

Share this      

Cabor Taekwondo merajai Porprov VI Jatim dari berbagai kategori. Tidak terkecuali kategori campuran.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

GANDA campuran taekwondo asal Pamekasan berhasil meraih medali emas pada Porprov VI Jatim 2019. Raihan prestasi gemilang itu diperoleh pasangan Raja Dewantara Putra dan Ayu Septia Ningrum.

Dua atlet muda kelahiran Kota Gerbang Salam itu memiliki catatan apik di berbagai kategori. Tara, misalnya. Selain berhasil meraih medali emas pada kategori ganda campuran, remaja kelahiran 19 April 2003 itu meraih juara yang sama pada kategori tim dan perorangan.

Sementara Ayu berhasil meraih medali emas di ajang yang sama pada kategori tim bersama dua rekan lainnya. Catatan gelar juara dara kelahiran 30 September 2002 itu juga menumpuk.

Yakni, menjuarai kategori kyurugi (tanding) pada MOK’S Taekwondo Turnament di GOR Hayam Wuruk, Surabaya, pada 2012. Kemudian, juara I Kapolri Cup di Jakarta kategori pasangan. Sejumlah prestasi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional lain juga dikoleksi.

Awal mula Ayu mengikuti olahraga bela diri itu atas dorongan nenek tercintanya. Sang nenek melihat ada latihan taekwondo. Kemudian, meminta Ayu mengikuti latihan tersebut agar memiliki kemampuan bela diri. ”Karena permintaan nenek, saya ikuti. Kemudian terus saya tekuni,” katanya kemarin (25/7).

Ayu sempat mengalami kesulitan. Sebab, basic dia bukan poomsae (gerakan), melainkan kyurugi (tanding). Namun, tim pelatih meminta dia fokus di gerakan. ”Berkat latihan intens, alhamdulillah saya bisa,” katanya.

Kesulitan menjalani kejuaraan kategori pasangan untuk menyamakan gerak. Kekompakan dalam bergerak menjadi poin penilaian. Sementara, ada dua atlet dengan karakter berbeda harus disamakan.

Ayu dan Tara menyiasati dengan rajin latihan. Mereka tidak hanya berlatih pada waktu yang ditentukan. Tetapi, di luar jam latihan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan.

Evaluasi dari tim pelatih diikuti dan langsung dipraktikkan. Hasilnya, atlet kebanggaan warga Pamekasan itu berhasil meraih sejumlah prestasi gemilang. ”Prestasi ini kami persembahkan untuk orang tua dan Pamekasan,” katanya.

Ayu menyampaikan, dia sempat mengalami kegagalan. Sejumlah kejuaraan yang diikuti harus pulang dengan tangan hampa. Namun, pada saat gagal, ada orang tua yang selalu memotivasi untuk bangkit.

Dukungan dari orang tua untuk bangkit saat mengalami kegagalan memberikan energi bagi Ayu. Dengan dukungan itu, dia semakin giat berlatih. Kegagalan yang dialami dijadikan motivasi untuk semakin disiplin dan semangat.

Hal serupa dialami Tara. Siswa SMAN 4 Pamekasan itu juga pernah mengalami kegagalan. Dukungan dari orang tua dan teman menjadi pembangkit semangat yang sempat kendur itu.

Hasilnya, latihan fisik, mental, dan strategi semakin giat. Kegigihannya berbuah prestasi. ”Orang tua selalu mendukung. Bahkan, di saat saya gagal, orang tua yang selalu memotivasi,” katanya.

Ketua Pengkap Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan Sudiyanto mengatakan, latihan pasca-porprov terus dilakukan. Prestasi yang diperoleh menjadi pelecut semangat untuk terus berlatih agar memiliki kemampuan yang lebih baik.

Mengingat, masih banyak kejuaraan yang akan dilakoni para atlet. Kepala pelatih taekwondo itu berharap, atlet binaannya tidak hanya merajai kejuaraan tingkat provinsi, tetapi juga nasional. ”Latihan terus kami genjot,” tandasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia