Rabu, 21 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Features

Atlet Taekwondo Madura Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim (3)

26 Juli 2019, 14: 03: 54 WIB | editor : Abdul Basri

BERPRESTASI: Dari kiri, Dwi Sri Wahyuni, Ayu Septianingrum, dan Novita Mufaira Ifada saat latihan beberapa waktu lalu.

BERPRESTASI: Dari kiri, Dwi Sri Wahyuni, Ayu Septianingrum, dan Novita Mufaira Ifada saat latihan beberapa waktu lalu. (NOVITA MUFAIRA IFADA FOR RadarMadura.id)

Share this      

Tim taekwondo poomsae beregu putri juga unjuk gigi. Mereka berhasil meraih medali emasa pada Porprov VI Jatim.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

PENGKAB Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan banjir emas. Cabang olahraga andalan itu berhasil memboyong empat medali emas dari berbagai kategori. Salah satunya dari kategori poomsae beregu putri.

Tiga atlet putri berbakat yang tergabung dalam tim tersebut berhasil menunjukkan jurus dan gerakan cantik. Kekompakan serta keseragaman gerakan mengantarkan mereka pada puncak prestasi. Ketiganya yakni Ayu Septia Ningrum, Dwi Sri Wahyuni, dan Novita Mufaira Ifada.

Novita Mufaira Ifada mengatakan, hal paling sulit dalam tim beregu itu menyatukan karakter tiap atlet. Keseragaman gerakan juga menjadi pekerjaan paling sulit. Dengan begitu, butuh latihan intens secara bersama-sama.

Kekompakan sangat penting. Meski gerakan indah, tetapi antaratlet tidak kompak, nilainya rendah. Dengan demikian, tim beregu itu benar-benar menjaga ritme gerakan agar terus kompak dan terlihat indah.

Berbagai tips dilakukan guna menjaga kekompakan itu. Di antaranya, menjalin keakraban di dalam lapangan maupun di luar. Tujuannya, agar terjalin hubungan emosional antaratlet sehingga kekompakan itu muncul. ”Kekompakan sangat penting,” katanya Rabu (24/7).

Latihan bersama terus dilakukan sebagai upaya menjaga kekompakan itu. Bahkan, Novita harus rela bolak-balik Surabaya–Pamekasan untuk menjalankan latihan. Mengingat, dara kelahiran 22 September 1999 itu kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Tetapi, demi mengharumkan nama Pamekasan dan membanggakan bagi kedua orang tuanya, dia jalani proses tersebut. Alhasil, puncak prestasi berhasil diraih. ”Alhamdulillah kami bersyukur bisa mendapat medali emas,” katanya.

Mahasiswi semester lima itu cukup banyak mengoleksi gelar kejuaraan. Di antaranya, juara pertama Kejurprov Jatim 2015 kategori pasangan. Kemudian, juara tiga kategori individu pada Kejurprov Jatim 2016. Pada tahun yang sama, dia juga menyabet juara satu Piala Wali Kota Surabaya.

Tujuan menggeluti seni bela diri taekwondo itu untuk jaga diri. Namun berkat kegigihan dan ketekunannya, prestasi berhasil diraih. ”Menurut saya, perempuan penting memiliki ilmu bela diri,” katanya.

Kecintaan terhadap bela diri mendapat dukungan keluarga. Bahkan, orang tua sangat berperan saat Novita mengalami kegagalan. ”Ketika gagal, orang tua yang memotivasi untuk bangkit kembali,” tutur mahasiswi jurusan pendidikan olahraga itu.

Dwi Sri Wahyuni juga bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Menurut dia, capaian gemilang itu merupakan buah dari semangat dan kegigihan dalam berlatih. ”Sangat bersyukur bisa meraih medali emas,” ujar dara kelahiran 12 Maret 2005 itu.

Dwi mengatakan, pekerjaan berat dalam beregu memang menyatukan karakter tiap atlet. Namun, persoalan tersebut bisa dipecahkan dengan latihan dan koordinasi yang intens. Dengan demikian, kekompakan muncul.

Dia berharap, prestasi itu terus memecut semangat untuk berlatih. Sebab, masih banyak ajang kejuaraan menanti. ”Semoga kami terus menorehkan prestasi,” ucap peraih medali emas pada Porprov Jatim 2018 itu.

Anggota tim lainnya yakni Ayu Septianingrum. Selain berhasil meraih medali emas kategori beregu, Ayu meraih prestasi serupa kategori campuran. Dia bergandeng dengan Raja Dewantara Putra.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia