Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Tetap Nonjob, Tommy Pasrah

Bupati Kembali Lantik 11 Pejabat

23 Juli 2019, 15: 25: 45 WIB | editor : Abdul Basri

SEREMONIAL: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melantik belasan pejabat di Pendapa Agung kemarin.

SEREMONIAL: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melantik belasan pejabat di Pendapa Agung kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron kembali memutasi pejabat kemarin (22/7). Namun, mutasi gelombang keempat ini hanya menyentuh pejabat eselon III dan IV. Sementara pejabat eselon IIb belum dimutasi.

Padahal diketahui, hingga kini Tommy Sugeng Firyanto belum mendapat jabatan baru. Itu diketahui setelah jabatan lamanya dicabut sebagai kepala Bakesbangpol Bangkalan. Begitu pun dengan Budi Utomo, mantan kepala Disperindag Bangkalan.

Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, ada sebelas pejabat yang dimutasi kali ini. Paling tinggi yaitu jabatan sekretaris dinas dan camat. Tujuan mutasi, kata dia, demi penyegaran dan peningkatan pelayanan. ”Yang dimutasi sekarang hanya eselon IIIa, IIIb, dan IVa. Demi penyegaran,” ujarnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menyampaikan, tidak lama lagi dilaksanakan pengisian pejabat definitif eselon IIb. Termasuk pejabat yang belum diamanahi jabatan baru. ”Segera,” kata bupati tidak detail.

Mantan Kepala Bakesbangpol Bangkalan Tommy Sugeng Firyanto mengaku hingga kini belum mendapatkan SK baru setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala bakesbangpol. Dia pasrah atas karirnya yang tidak jelas sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan. ”Saya orang kecil, pasrah saja,” ucapnya.

Tommy menyampaikan, pihaknya tidak tahu harus berkantor di mana. Setelah di-nonjob-kan sampai sekarang, dia tidak ada panggilan pelantikan. ”Saya numpang di ruang staf ahli. Ya di sana dengan posisi nonjob,” katanya.

”Daripada di rumah, namanya masih aktif sebagai PNS. Saya mau ngantor ke mana juga bingung. SK baru saya belum terima sampai sekarang. Ya numpang dulu,” imbuhnya.

Tommy menyatakan, sebenarnya nasib yang dia alami kini tidak jauh berbeda dengan Budi Utomo. Budi Utomo juga tidak mendapat jabatan baru. ”Saya dengan Pak Budi sama,” paparnya.

Hanya, untuk Budi Utomo, dia pernah dimutasi ke staf ahli bupati bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan. Namun ketika pelantikan, yang bersangkutan tidak hadir lantaran sakit.

”Nah, sampai sekarang juga tidak ada SK baru untuk Pak Budi. Kan semua harus melalui pelantikan,” tukasnya.

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia